Berita-Cendana.Com- TTS,- Dugaan keterlibatan pemerintah dalam mafia kuota sapi di TTS memicu banyak reaksi dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya datang dari Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang yang menuding oknum pemerintah setempat membiarkan bahkan terlibat dalam praktik mafia tersebut.
Dalam rilis yang diterima media, Deki Selan, ketua IMAN Kupang menilai pemerintah gagal menjalankan tugasnya, sehingga mafia bisa mengintervensi keputusan dan menghambat pengusaha lokal yang beroperasi sesuai SOP.
"Pemerintah seolah-olah memberikan karpet merah bagi mafia sapi, sementara masyarakat terus menderita," kata Deki.
IMAN Kupang juga menilai bahwa keterlibatan pemerintah dalam mafia kuota sapi di TTS sebagai upaya untuk "merasionalkan" mafia kuota sapi dan menutup pengusaha lokal.
"Birokrasi di TTS lemah, mafia bebas beraksi. Ini sepertinya ada permainan yang dalam. Ini mencerminkan pemerintah yang korup dan hanya mementingkan diri sendiri,” tegas Deki
IMAN Kupang berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai mengusik semua mafia yang ada di tubuh Timor Tengah Selatan," pungkasnya.(***).

Posting Komentar