Angka Putus Sekolah Capai 473 Anak: Dindikbud TTS, PKBM Nekmese Nunoni & Yicit Verifikasi Data ATS di Boking

Berita-Cendana.Com- Boking,- Menyikapi tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Boking yang mencapai 473 anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nekmese Nunoni dan Yayasan Internasional Cendana Indonesia Timur (YICIT) menggelar kegiatan verifikasi dan validasi data ATS di Kantor Kecamatan Boking.

Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan YICIT, Agus Benu, kepada awak media di kediamannya padai Sabtu, 6 September 2026.

Agus Benu menjelaskan bahwa PKBM Nekmese Nunoni bertindak sebagai penyelenggara kegiatan, sementara Dindikbud TTS Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) menjadi pemateri. Kegiatan ini bertujuan memastikan keakuratan data jumlah dan sebaran anak tidak sekolah, sebagai fondasi perancangan program intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dindikbud TTS, Darius Stenly Tunu, S.Stp., M.Tr.I.P., melalui stafnya Elen Tahun, menekankan pentingnya data yang valid untuk menciptakan kebijakan yang berdampak langsung pada penurunan angka ATS. Khusus di Kecamatan Boking, angka putus sekolah mencapai 473 anak, angka yang sangat tinggi dan membutuhkan penanganan serius.

"Kami ingin memastikan data semua anak tidak sekolah di Kecamatan Boking terverifikasi, sehingga intervensi yang dilakukan nantinya benar-benar bisa mengurangi angka ATS secara signifikan” Elen Tahun.

Berdasarkan data yang valid, pemerintah daerah dapat lebih fokus menangani persoalan pendidikan hingga ke tingkat desa, sehingga program yang dirancang menyasar kelompok yang paling membutuhkan.

Sekretaris Camat Boking, Doni Babis, S.T., menyatakan bahwa persoalan anak putus sekolah membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah kecamatan dan desa untuk memotivasi anak-anak agar kembali belajar, termasuk melalui jalur pendidikan kesetaraan di PKBM yang ada di wilayah Boking.

"Pihak kecamatan dan desa akan bahu membahu memotivasi anak-anak yang tidak sekolah untuk bisa bersekolah demi mendapatkan ijazah” ujar Sekcam Doni Babis.

Langkah verifikasi dan validasi ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan data dan penanganan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten TTS berkomitmen menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga tidak ada satu pun anak yang tertinggal tanpa akses pendidikan.

 Kegiatan verifikasi dan validasi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Bidang PAUD dan PNF, Sekretaris Camat Boking. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten TTS, Kapolsek Boking, Ketua Yayasan YICIT, Seluruh operator desa se-Kecamatan Boking. (*).

 


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot