Kominfo TTS Survey 15 Titik, Untuk Pembangunan BTS

Berita-Cendana.com-Amanatun,-Percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) merupakan salah satu pilar penting pelaksanaan percepatan transformasi digital nasional. Dinas Kominfo Kabupaten Timor Tengah Selatan TTS telah melakukan Survey di 15 lokasi titik.


Kementerian Komunikasi Informatika telah menetapkan empat pilar utama, yaitu: pembangunan infrastruktur digital secara masif, harmonisasi peraturan, penguatan ekosistem digital, dan pengembangan talenta digital.


Guna mempercepat pemerataan BTS 4G, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo melakukan penandatanganan kontrak di awal tahun.


"Sesuai instruksi Bapak Presiden dan Bapak Menteri Kominfo, BAKTI harus mengawali pembangunan BTS secepat mungkin sejak awal tahun. Ini karena BAKTI mendapat amanah target yang tinggi, harus membangun BTS di 7.904 desa/kelurahan selama 2 tahun (2021 s.d. 2022) yang dibagi dalam 5 paket," jelas Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo Anang Latief dalam Konferensi Pers Virtual Penandatangan Kontrak Payung Penyediaan Infrastruktur BTS 4G 2021 di Jakarta, Jumat (29/01/2021) lalu.


Oleh karena itu, Dinas Kominfo Kabupaten TTS menindaklanjuti Instruksi Presiden dan Menteri Kominfo, sehingga pada tahun 2021 ini melakukan survey di 15 titik di seluruh Wilayah Kabupaten TTS, seperti di Halme, Besana, Nefokoko, Oni, Ofu, Nuapin, Nunbena, Kotolin, Sahan, Kualin, Fatulunu, Noebesi, Taneotop, Hoibeti, Tunbes.


Demikian disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten TTS, Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si pada hari Rabu, 19/05/2021 via WhatsApp. 


Lanjut Kadis, terkait kapan mulai pembangunan jaringan telkomsel 4G, melihat dari kecepatan survey, kalau survey selesai dengan waktu yang cepat, tentunya pembangunan fisik segera dilaksanakan. Beber Kadis.


Tahun 2020-2021 Kabupaten TTS mendapatkan 15 BTS. Kadis berharap agar survey bisa selesai dengan cepat untuk memulai kerja.


Menurut Kadis, Pembangunan jaringan Telkomsel 4G ini bukan dari APBD 1 dan 2 tetapi ini dari Pemerintah Pusat (APBN) jadi Pemda TTS dalam hal ini dinas Kominfo laksanakan saja. Ujarnya.


Lanjut Kadis Kominfo TTS,  membeberkan bahwa, setiap tahun Dinas mengajukan proposal untuk "area blank spot" atau  daerah-daerah yang belum terjangkau oleh infrastruktur telekomunikasi. Maka dari itu Dinas Kominfo berupaya terus menerus agar jaringan sampai di desa-desa, demi menjawab instruksi Presiden dan Kementerian itu. Jelasnya.


 Selain itu Tokoh Masyarakat Desa Fatulunu Thomas Tamonob kepada media ini bahwa, sangat mendukung program pemerintah pusat dalam pemerataan jaringan 4G di seluruh pelosok Indonesia, dan juga siap dan mau memberikan lokasi untuk membangun jaringan itu. Ujarnya.


Media ini sudah berusaha menghubungi pihak Telkom via WhatsApp, namun belum ada balasan, padahal sudah membaca pesan itu,  hingga berita ini diturunkan belum mendapat informasi. Jelasnya.


Penulis: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot