Berita-Cendana.Com- Oelamasi,- Kepala SMA Negeri 1 Kupang Tengah (KUTENG) Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan tidak ada satu siswa pun yang dipulangkan saat ujian. Seluruh siswa sedang mengikuti ujian di Sekolah. Kepsek memastikan 175 siswa kelas XII sedang mengikuti ujian.
Demikian disampaikan oleh Kepala Sekolah, Emma Ridja Nenobais, S.Pd., M.Hum di ruang kerjanya pada Jumat, 10 April 2026 pagi.
Kepsek menegaskan bahwa tidak ada siswa yang dipulangkan oleh pihak sekolah karena masalah iuran Pengembangan Pendidikan (IPP). Sejak ia memimpin sekolah tersebut tidak perna ada siswa yang dipulangkan hanya masalah IPP, informasi yang berkembang itu tidak benar, tegasnya.
Kalau peserta ujian diketahui ada yang pulang kembali untuk mengambil perlengkapan ujian itu ada, karena siswa tersebut lupa ATK sehingga guru minta dia kembali untuk ambil agar kembali mengikuti ujian, bukan dipulangkan, tegas Kepsek SMAN 1 Kuteng itu.
“Kami tidak pernah mengorbankan siswa karena hanya orang tua tidak melunasi IPP,” ujar Kepsek.
Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) itu dipungut berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 25 Tahun 2025 yang mengatur tentang pendanaan pendidikan SMA/SMK/SLB, menetapkan iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) maksimal Rp. 100.000/siswa/bulan, jelas Kepsek.
Namun kebijakan ini juga melarang pungutan lain seperti (uang gedung/pembangunan), serta membebaskan biaya bagi siswa kurang mampu, dan memberi keringanan bagi orang tua dengan lebih dari satu anak, ujar Kepsek.
Lanjut Kepsek, ada siswa yang memiliki tunggakan hingga 17 bulan namun itu bukan menjadi alasan pulangkan siswa. Kalau mengingat siswa tentang tunggakan ia, tapi bukan dipulangkan, tegasnya lagi.
Momentum itu, Jeslin Taek Pengurus OSIS SMAN 1 Kupang Tengah memastikan semua siswa ikut ujian tanpa terkecuali. Kalau isu berkembang bahwa siswa dipulangkan itu tidak benar, kalau siswa pulang karena tidak bawa perlengkapan ujian itu ada, tapi pulang ambil dan datang mengikuti ujian, bukan dipulangkan, jelasnya.
Sejak ujian dari hari pertama tidak ada murid yang dipulangkan karena menunggak uang Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP). Seperti informasi yang beredar, informasi tersebut dipastikan tidak benar, tegas Pengurus Osis itu.
Jeslin juga menegaskan bahwa selama ia bersekolah di SMAN 1 Kupang Tengah sejak dari kelas X hingga kelas XII saat ini dan sebentar lagi menjadi alumni ia tidak pernah menemukan guru memulangkan siswa atau tidak mengizinkan siswa mengikuti ujian atau masuk sekolah hanya karena masalah IPP, itu tidak pernah ditemukan, ujar Pengurus Osis itu.
Lanjutnya kalau soal isu bahwa murid dipulangkan karena masalah IPP, itu informasi bohong, peserta ujian lupa ATK atau perlengkapan ujian akhir sekolah, sehingga sekolah meminta untuk kembali mengambilnya bukan memulangkan karena tunggakan IPP, jelasnya.
Selaku pengurus OSIS ia juga berharap agar siswa-siswi SMAN 1 Kupang Tengah dapat bijak menggunakan media sosial sehingga tidak menimbulkan masalah bagi sekolah maupun teman-teman siswa yang berpotensi mengganggu proses belajar dan mengajar di sekolah. Apalagi saat ujian sekarang, Harap Jeslin.(*).


Posting Komentar