Berita-Cendana.Com – Rote Ndao, – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Hotlif Arkilaus Nope, S.Sos., M.A. ini mengusung tema pemanfaatan sampah plastik yang selama ini terbuang sia-sia untuk diubah menjadi kerajinan bunga plastik dan pot bunga yang indah sekaligus bernilai jual.
Turut hadir mendampingi pelaksanaan kegiatan ini anggota tim yaitu Arni Enggelina Ello, S.IP., M.Sos. dan Imelda Nahak, S.Sos., M.Sos., serta Stiwi Riyanto F. Nope, S.Psi., M.Psi. yang bertindak sebagai pendamping lapangan.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM Dr. Hotlif Arkilaus Nope menyampaikan bahwa inisiatif kegiatan ini bermula dari keahlian khusus yang dimiliki Arni Enggelina Ello dalam merangkai bunga dari bahan baku sampah kantong plastik bekas.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Oelolot, yang selama ini perekonomiannya sangat bergantung pada hasil panen rumput laut. Melalui pengolahan sampah plastik ini, masyarakat tidak hanya ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga mendapatkan penghasilan tambahan yang bisa dikerjakan dari rumah," ujar Hotlif.
Manfaat ini sangat terasa bagi para ibu rumah tangga yang sebagian besar waktunya berada di lingkungan rumah, sehingga produktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa harus meninggalkan tugas utama pengurusan keluarga.
Sementara itu, Melkianus Nalle yang mewakili Pemerintah Desa selaku Kepala Seksi Pemerintahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim PKM Prodi Sosiologi Undana. Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat tepat sasaran mengingat kondisi produksi rumput laut di wilayah tersebut dalam dua tahun terakhir terus mengalami penurunan hasil.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi harapan baru bagi warga. Diharapkan 20 peserta yang hadir, terdiri dari ibu rumah tangga dan muda-mudi desa dapat menjadi penggerak dan meneruskan kegiatan ini, sehingga kerajinan bunga dan pot plastik ini kelak menjadi sumber pendapatan tetap warga Desa Oelolot," harap Melkianus.
Tanggapan positif juga datang dari sejumlah peserta pelatihan. Tiga perwakilan peserta menyambut baik pelatihan keterampilan yang diberikan, namun berharap ke depannya dukungan dari pihak Undana tidak berhenti pada peningkatan keahlian saja. Mereka juga memohon pendampingan terkait cara mengakses pasar dan pemasaran agar hasil kerajinan yang diproduksi dapat terserap dengan baik dan memberikan keuntungan nyata bagi para pengrajin, harap mereka. (*).


Posting Komentar