Gempa Flores: 183 Rumah Turamuri Terdampak, IKMAS-TTS Hadir Bawa Bantuan

 

Berita-Cendana.Com- NGADA,- Gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak nyata di Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada. Berdasarkan pendataan Pemerintah Desa Turamuri, sebanyak 183 rumah warga mengalami kerusakan,  49 rusak berat, 65 rusak sedang, dan 69 rusak ringan.

Kepala Desa Turamuri, Laurensius Tuba, menjelaskan pendataan dilakukan segera setelah gempa terjadi. Rabu, 26 Agustus 2026.

"Kami merasa sedih karena masyarakat kami menjadi korban. Setelah gempa terjadi, kami langsung mendata rumah-rumah warga yang terdampak," ujar Laurensius.

Pemerintah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Provinsi NTT telah menyalurkan bantuan berupa sembako. Namun hingga kini, gempa susulan masih terjadi dan warga tetap membutuhkan perhatian serta bantuan tanggap darurat.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena gempa susulan masih terjadi. Kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi terus memberikan bantuan darurat," harapnya.

IKMAS-TTS Bergerak, Bawa Bantuan ke Turamuri dan Naru

Di tengah situasi sulit, Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMAS-TTS) turun tangan atas inisiatif sendiri. Ketua Umum IKMAS-TTS, Junar Yunardi D. Tampani, memimpin penyaluran bantuan ke dua titik terdampak: Desa Naru dan Desa Turamuri.

Bantuan yang disalurkan berupa:  50 karung beras,  6 ikat telur, 5 dus mie instan,  5 dos pakaian.

"Bantuan yang kami berikan memang tidak banyak, tetapi kami berharap dapat meringankan beban masyarakat," ujar Junar.

Penyaluran dilakukan dengan menyisir rumah-rumah warga terdampak, dan data penerima dikoordinasikan dengan pemerintah desa agar tepat sasaran.

Harapan: Bantuan Berlanjut, Rumah & Fasilitas Segera Diperbaiki

IKMAS-TTS berharap pemerintah daerah dan provinsi terus memperhatikan warga terdampak, membantu meringankan beban, serta memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak.

"Kami berharap bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat," lanjut Junar.

Langkah ini menjadi bukti nyata solidaritas lintas kabupaten: mahasiswa asal Timor Tengah Selatan hadir untuk saudara-saudara di Ngada, membuktikan bahwa dalam bencana, jarak bukan penghalang untuk saling merangkul.(*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot