Festival Budaya Multi Etnis Oesapa Selatan: Harmoni dalam Perbedaan, Seloka Indahnya Toleransi


Berita-Cendana.Com- Kupang,- Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, berwarna-warni dan penuh sukacita. Festival Budaya Multi Etnis tingkat Kelurahan Oesapa Selatan resmi digelar, mengusung tema "Harmoni dalam Perbedaan" dengan subtema "Seloka dan Indahnya Toleransi Masyarakat Oesapa Selatan". Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan, pelestarian budaya, sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat setempat. Selasa, 1 September 2026.

Ketua Panitia Pelaksana, Edison Bole dalam sambutannya membuka acara dengan penuh kerendahan hati: "Biarlah hari-hari yang disepakati ini menjadi hari-hari yang diberkati bagi kami semua yang mengambil bagian di dalamnya. Inilah segala ungkapan syukur kami. Mari Tuhan memberkati kami di tempat ini."

Edison menjelaskan maksud dan tujuan penyelenggaraan festival ini:

 1. Melestarikan adat serta budaya daerah;

2. Mengajak masyarakat untuk mencintai adat dan budaya;

3. Memotivasi masyarakat untuk menjunjung tinggi persatuan serta harmoni dalam perbedaan.

Kegiatan yang digelar meliputi karnaval budaya, pentas seni, dan pameran UMKM. Anggaran penyelenggaraan bersumber dari perangkat Kelurahan serta sumbangan masyarakat Kota Kupang.

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati upaya kita bersama. Sekian dan terima kasih. Salam sejahtera!", tutup Edison.

Asisten I Pemerintah Kota Kupang, Hengky Malelak, hadir mewakili Walikota Kupang dr. Christian Widodo yang berhalangan hadir karena persiapan mengikuti pendidikan di Lemhanas. Dalam sambutan yang dibacakannya, disampaikan pesan-pesan penting dari Walikota:

"Lihatlah di sekitar kita, di wilayah kelurahan ini ada banyak suku, banyak bahasa, banyak tradisi, banyak cara kita berpakaian, menari dan merayakan kehidupan. Tetapi kita semua bertemu di tempat yang sama, di rumah yang sama: Kota Kupang."

Festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bukti nyata bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan. Budaya tidak boleh berhenti di masa lalu, ia harus tetap hidup di tengah kehidupan hari ini dan diteruskan kepada anak-anak muda.

"Ketika anak-anak muda belajar menari, mengenakan pakaian adat, mengenalkan makanan tradisional dan memahami cerita di balik budayanya, sesungguhnya mereka sedang belajar mengenai jati diri. Dan orang yang mengenal akar budayanya akan lebih percaya diri menghadapi dunia yang terus berubah,”. 

Di tengah kegembiraan, sambutan ini juga mengingatkan akan saudara-saudara di Flores yang baru saja dilanda gempa. Pemerintah Kota Kupang telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 635 juta, terdiri dari Rp 500 juta dana BTT dan Rp135 juta hasil donasi ASN serta laga eksekusi tinju, ke enam kabupaten terdampak.

"Satu pulau terluka, yang lain harus membantu. Kota Kupang hadir untuk mereka. Kita boleh berbeda suku dan budaya, tetapi ketika ada saudara yang membutuhkan, kita berdiri sebagai satu keluarga."

 Kepada generasi muda, disampaikan pesan:

 "Jangan malu dengan budaya kita. Kenali, cintai, pelajari, dan teruskan, tetapi jangan berhenti di masa lalu. Bawa budaya kita ke masa depan. Jadikan budaya bukan hanya warisan, tetapi juga sumber kreativitas, kebanggaan, bahkan peluang ekonomi bagi generasi muda".

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Dinas Koperasi Kota Kupang, Dinas Pariwisata Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa Selatan, Ketua LPM, para tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT/RW, pelaku seni, budaya, UMKM, serta seluruh warga Oesapa Selatan.(*).



1/Komentar/Komentar

  1. Terima kasih informasinya. Sangat bermanfaat. Mari membaca juga seputar lagu Havinhell terpopuler saat ini yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot