Iklan

Politik

Dari Perca Tenun Hingga Manggulu, NTT Dorong Sumba Timur Ubah Warisan Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

, Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T08:12:09Z

 
Berita-Cendana.Com- Waingapu,- Jangan biarkan kekayaan budaya hanya dipajang, dikagumi, lalu berlalu tanpa meninggalkan nilai ekonomi. Pesan inilah yang diwujudkan dalam Pelatihan, Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumba Timur, yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, berlangsung 27–29 Oktober 2026 di Kampung Raja Prailiu, Waingapu.
 
Sebanyak 40 pelaku ekonomi kreatif terlibat, terbagi dalam empat kelompok usaha: Fashion Anakawini Collection, Fashion Ndula Luri, Kuliner Bukit Wairinding, dan Kuliner Uma Witu. Mereka membawa apa yang sudah hidup di tengah masyarakat: tenun ikat, perca tenun, pangan lokal Manggulu dan Kaparak, serta pengetahuan turun-temurun. Pemerintah Provinsi NTT hadir bukan untuk mengganti, tetapi mendorong kekayaan tersebut naik kelas.
 
"Bukan sekadar bisa dibuat, tetapi bisa dijual. Bukan sekadar dikenal, tetapi memiliki pasar. Bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi menciptakan pendapatan dan membuka lapangan kerja."
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari arah pembangunan Gubernur Melki Laka Lena, khususnya Dasa Cita: "Milenial dan Perempuan Motor Kreatif Lokal" serta "Wisata NTT, Penggerak Ekonomi Lokal."
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari potensi lokal yang benar-benar dimiliki masyarakat bukan menyeragamkan produk, melainkan menggali kekhasan setiap daerah dan memberinya sentuhan inovasi.
 
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumba Timur, Yulius Ngenju, S.T., membuka kegiatan dan mengingatkan:
 
"Potensi besar tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan. Potensi harus bertemu keterampilan. Kreativitas harus bertemu pasar. Produk lokal harus bertemu standar kualitas."
 
Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah melihat perca tenun bukan sebagai sisa, melainkan bahan bernilai tinggi untuk produk fashion dan cendera mata. Sementara itu, pangan lokal Manggulu dan Kaparak dikembangkan dari sisi pengolahan, higienitas, kemasan, hingga pemasaran agar tetap mempertahankan identitas sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
 
Peserta tidak hanya belajar memproduksi, tetapi juga menyusun prototipe dan rancangan usaha sederhana yang siap dikembangkan setelah kegiatan selesai.
 
 Tanpa Legalitas, Produk Tak Bisa Naik Kelas. Materi diberikan secara menyeluruh dari produksi hingga perizinan. Keamanan pangan BPOM Sumba Timur, Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham NTT, Akses pembiayaan usaha Bank NTT, NIB dan perizinan, DPMPTSP Provinsi NTT, Kreativitas & produksi praktisi dan instruktur berpengalaman
 
Tujuannya jelas, membangun ekonomi kreatif tidak cukup mengajari orang membuat produk. Mereka harus tahu mengemas, memberi merek, melindungi karya, mendapatkan izin, mengakses modal, dan menjualnya.

 
Perhatian khusus diberikan kepada perempuan. Di balik tenun dan pangan lokal, ada tangan-tangan perempuan yang selama ini bekerja dalam diam. Ketika perempuan diberdayakan, yang bergerak bukan hanya satu individu, melainkan ekonomi rumah tangga. Inilah makna sesungguhnya dari semangat "Perempuan Motor Kreatif Lokal."
 
Yulius Ngenju menegaskan keberhasilan tidak diukur dari kehadiran selama tiga hari, tetapi dari apa yang terjadi setelahnya: apakah produk diproduksi, kualitas meningkat, omzet bertambah, dan usaha makin mandiri? Teknologi digital dan media sosial harus dimanfaatkan sebagai etalase baru produk lokal tidak boleh hanya menunggu pembeli datang ke Sumba Timur.
 
"Kita tidak kekurangan potensi. Yang diperkuat adalah kemampuan mengubah potensi menjadi nilai. Tenun tidak cukup hanya indah, Manggulu tidak cukup hanya enak  semuanya harus berkualitas, beridentitas, berizin, dan terjangkau pasar."
 
Dari Kampung Raja Prailiu, pesannya sederhana namun kuat: membangun NTT tidak dengan menunggu sesuatu datang dari luar, tetapi membangun dari apa yang sudah dimiliki. Mengubah warisan leluhur menjadi kesejahteraan masyarakat  di situlah ekonomi kreatif sejati berada. (Kontributor: Paul S / Berita-Cendana.Com)
 
 
 


Komentar

Tampilkan

  • Dari Perca Tenun Hingga Manggulu, NTT Dorong Sumba Timur Ubah Warisan Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi
  • 0

Terkini

Ads

float