Berita-Cendana.Com- Kupang,- Perwakilan Kepala Puskesmas Alak, Sudirman, menyampaikan bahwa Kota Kupang telah secara resmi mendeklarasikan pelaksanaan program Sanitasi Berbasis Masyarakat. Langkah ini menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Selasa, 20 Oktober 2026.
Lima Pilar Utama Sanitasi Berbasis Masyarakat. Sudirman menjelaskan bahwa program ini berjalan di atas lima pilar utama yang menjadi fokus pengawasan dan sosialisasi bersama
Pertama; Menghentikan Buang Air Besar Sembarangan agar tidak mencemari lingkungan dan sumber air
Kedua; Membiasakan Cuci Tangan Sebelum Makan, upaya sederhana namun efektif mencegah penularan penyakit
Ketiga; Pengelolaan Air Minum dan Keamanan Pangan di Rumah Tangga termasuk pengawasan kualitas air minum isi ulang, serta pendampingan pengurusan sertifikat dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pengelola depot air minum
Keempat; Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dari Hulu ke Hilir, mulai dari pemilahan di rumah, pengangkutan ke TPS, hingga pembuangan akhir. "Kita harus pastikan sampah yang sudah dipilah di rumah tidak tercampur kembali saat sampai di TPS. TPS pun harus siap menerima sampah yang sudah terpilah.
Kelima; Pembuangan Air Limbah yang Tepat, masyarakat diingatkan agar tidak membuang air limbah rumah tangga ke jalan atau saluran terbuka, karena dapat menimbulkan sarang lalat dan nyamuk yang menjadi sumber penularan penyakit.
Sudirman melaporkan bahwa berbagai upaya pendukung sudah berjalan di lapangan, pembentukan Bank Sampah, pembuatan lubang biopori, hingga pemanfaatan lahan kosong. Puskesmas Alak bersama para Lurah telah melakukan koordinasi rutin untuk menjalankan pengawasan secara berkala.
"Semua pihak baik itu pemerintah kelurahan, puskesmas, hingga masyarakat harus berjalan bersama. Koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan adalah kunci agar program ini benar-benar terasa manfaatnya bagi kesehatan kita semua," pungkas Sudirman.(*).
