Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Jadi Panen Ikan Kerapu Minggu Depan

Berita-Cendana.Com-Kupang- Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan jadi panen ikan kerapu dalam minggu depan (Minggu Kedua bulan Mei 2021, red) di Waekulambu, Desa Sambi Nasi Barat, Kecamatan Riung-Kabupaten Ngada.


Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wurgiyanto, A.Pi saat diwawancarai tim media ini di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan NTT pada Senin (03/05/2021).


“Di Wekulambu sudah siap untuk panen, tetapi masih tunggu waktunya Gubernur Victor Laiskodat. “kita sudah sampaikan, sudah laporkan ke beliau (Gubernur NTT, viktor Bungtilu Laiskodat, red). Beliau bilang;  sudah, dalam waktu dekat, minggu-minggu depan itu dipanen (mulai minggu kedua bulan Mei 2021, red). Tidak usah menunggu saya,” ujar Ganef mengulangi pesan Gubernur VBL. 


Berdasarkan arahan Gubernur VBL tersebut, Kadis Kelautan dan Perikanan NTT memastikan bahwa di minggu kedua bulan Mei 2021, akan dilaksanakan panen ikan kerapu di Waekulambu. “Oleh karena itu, minggu depan kita panen,” tandas Kadis Ganef.


Terkait dampak Badai Siklon Tropis Seroja terhadap budidaya ikan kerapu, Kadis Kelautan dan perikanan NTT mengatakan, di pulau kambing ada 1 jaring yang robek sehingga menyebabkan sebagian ikan keluar. “Di Pulau Kambing, 1 jaring saja yang robek, yang robek itu juga tidak semua ikan keluar. Ada sekitar 10% saja ikan yang keluar, namun sudah kita beritahu kepada opteker untuk segera diganti,” ujarnya. 


Kemarin, lanjut Kadis Ganef,  seharusnya sudah diganti tetapi ada hambatan tidak penerbangan. “Sekarang jaring sudah diganti seperti awal ukurannya 10 cm. Tetapi sudah ada yang sudah 20 cm dan dipisahkan tersendiri. Kalau panen tidak harus serentak karena bisa terlalu banyak ikan dampaknya harganya akan murah,” jelas Ganef. 


Kadis Ganef mengungkapkan bahwa, berat ikan kerapu dan kakap di Pulau Kambing sekarang rata-rata sudah mencapai 300-500 gram, dengan umur ikan antara 4,5 bulan. Tetapi pertumbuhan antara kakap dan kerapu itu berbeda; kakap lebih cepat sampai bobot 500 gram. Sedangkan kerapu baru mencapai 300 gram. 


Di pulau Kambing, kata Kadis Ganef, total jumlah ikan yang dibudidaya; baik kerapu maupun kakap sebanyak 225.000 ekor (100.000 ikan kakap dan 125,000 ekor kerapu). “Pertumbuhan kakap lebih cepat. Ketika kakap sudah mencapai bobot 500 gram, kerapu baru 300 gram. Tetapi nanti pada bulan berikut, ikan kerapu sudah mencapai 600 gram dan kakap pun sudah mencapai 600 gram. Jadi pada akhirnya umur 8 bulan, kerapu mencapai 900 gram, sedangkan ikan kakap baru mencapai 800 gram,” jelasnya.


Kadis Kelautan dan Perikanan NTT itu mengatakan, “pertumbuhan kakap dan kerapu itu bervariasi. Ikan kakap itu tumbuh cepat pada ukuran 500 gram. Tetapi setelah 500 gram, pertumbuhan kerapu akan menyusul lebih cepat, karena kerapu adaptasinya lambat, dibanding kakap adaptasinya cepat.” (YT/tim).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot