Berita-Cendana.Com- TTU,- Pemuda Katolik Timor Tengah Utara menyukseskan Masa Pengelana dan Pembinaan Anggota (MAPENTA) untuk membentuk dan membina anggota agar memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan komitmen untuk berkontribusi bagi gereja dan masyarakat pada masa kini.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Komisariat Daerah (KOMDA) Nusa Tenggara Timur, Alexander Tamonob, SH, di SVD Noemeto TTU pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
MAPENTA adalah tahap awal pembentukan kader dengan tujuan mencetak generasi muda Katolik yang siap melayani dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat khususnya di TTU, Belu Malaka dan TTS yang saat ini mengikuti kegiatan tersebut, ucapnya.
Tujuan MAPENTA, membekali anggota Pemuda Katolik dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melayani gereja dan bangsa. Selain itu juga pembinaan Idealisme, pentingnya idealisme pemuda Katolik sebagai penyangga jati diri bangsa, serta tugas dan tanggung jawab mereka untuk membangun gereja, bangsa dan negara, jelas Sekretaris KOMDA NTT.
Bukan itu saja, tetapi anggota juga dibekali kemampuan kepemimpinan dan kepercayaan diri untuk tampil aktif mengisi berbagai lini kehidupan masyarakat. Peserta juga didorong untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya untuk mewujudkan kebaikan anggota, tegas Alexander.
Momentum itu juga Panitia pelaksana, Videl Remus Kono, S.Pd,. M. AK, kegiatan itu dilaksanakan sejak 28-30 Agustus 2025 di SVD Noemeto dengan mengusung Tema "Menjadi Pelayan yang Militan,” Kegiatan tersebut untuk menyiapkan barisan kader gereja dan bangsa, ujarnya.
Pemuda Katolik berkomitmen untuk terus bergerak, memberikan dampak positif dan menjadi terang serta garam dunia di tengah masyarakat, ia juga menjelaskan bahwa kali ini peserta MAPENTA berasal dari Dekenat, TTU, Belu, Malaka serta Wilayah TTS dengan jumlah 103 peserta, jelas Videl Remus Kono.
Selain itu, Ketua Karateker Komcab TTU Guido Boysala, S.Pt, juga mengatakan bahwa Pemuda Katolik adalah salah satu persyaratan akademik bagi mahasiswa-mahasiswi pada Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus tingkat akhir dan menjadi program tetap, sehingga diwajibkan mengikuti kegiatan itu, jelasnya.
Pastor Kerawam Keuskupan Atambua Gregorius Zainudin Dudy, Pr mengatakan bahwa bersyukur karena anak-anak yang bergabung dengan Pemuda Katolik itu memiliki kemampuan, membekali diri untuk masa depan Bangsa dan Gereja. Apa yang harus dilakukan ke depan sehingga Pemuda Katolik bertumbuh dan berkembag menjadi garam dan terang di era kemajuan global, jelasnya.
Setelah jadi anggota Pemuda Katolik jangan jadi hanya anggota gereja yang urus internal gereja saja tetapi harus jadi anggota gereja yang ikut terlibat dengan rakyat dan menunggal dengan umat di segala sektor kehidupan sosial bermasyarakat. “Sebagai pesan moral Pemuda Katolik haruslah menjadi garam dan terang ditengah dunia”.
Pesan Ketua Character Komcab TTU bahwa menjadi kader Pemuda Katolik yang militan dan visioner dalam menghadapi tantangan global jangan habis di MAPENTA lalu menghilang.
Diketahui juga Ketua KOMDA NTT Yuvensius Tukung, S. Pd juga hadir dan menyampaikan materi terkait Anggaran Dasar (AD) Pemuda Katolik sekaligus Sejarah Pemuda katolik.
Pada saat itu juga Pemuda Katolik TTU melakukan musyawarah komisariat cabang (Muskomcab) untuk melakukan evaluasi kegiatan sebelumnya, merumuskan program kerja dan memilih kepengurusan baru untuk periode selanjutnya.
Muskomcab bertujuan untuk mengembangkan kaderisasi serta menentukan arah gerakan Pemuda Katolik serta memperkuat peran gereja dan masyarakat.(*).
Posting Komentar