Menteri Dikdasmen: Jangan Rasa Rendah Diri Sebagai Orang Daerah

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti berpesan kepada  guru dan siswa-siswi di Nusa Tenggara Timur bahwa jangan perna merasa rendah diri sebagai orang daerah. Tetapi harus percaya diri sendiri karena memiliki kemampuan untuk berinovasi.

Demikian disampaikan oleh Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi NTT terkhusus  di NTT Mart by One School One Product (OSOP) SMK Negeri 2 Kupang pada Selasa, 5 Mei 2026.

Produk-produk yang dihasilkan oleh Siswa SMK di NTT Mart by One School One Product (OSOP) sangat kreatif serta hasilnya bagus. Jadi dengan kreativitas siswa-siswi dan Inovasi itu tidak perlu merasa rendah diri sebagai orang daerah, ujar Menteri Dikdasmen itu.

Inovasi dan kreativitas siswa-siswi itu lebih keren karena  limbah yang seharusnya dibuang tetapi dimanfaatkan sehingga diubah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Hal itu menjadi kenyataan orang daerah juga memiliki kemampuan bernilai tinggi serta mendukung ekonomi kerakyatan sebagai bagian mendukung ekonomi negara, kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Abdul Mu’ti melihat bahwa apa yang dihasilkan oleh Siswa SMK di Kupang NTT  adalah kreativitas tanpa batas, mampu menghasilkan jutaan rupiah dengan memanfaatkan limbah. Jadi apa yang perlu malu dan rasa rendah lagi, itu kelebihan yang dimiliki oleh orang daerah perlu ditingkatkan.

Selain itu, Abdul Mu’ti mendorong siswa-siswi SMKN 2 Kupang agar menjadi anak-anak yang percaya diri dan jangan rendah diri dengan merasa sebagai orang daerah. 

Jadilah anak-anak yang tegar dan sabar karena untuk mencapai cita-cita tidak selalu mudah. Senantiasa hormati orang tua, guru dan sayangi teman serta senantiasa beribadah kepada Tuhan. 

Setelah mengunjungi dan memantau seluruh kreativitas dan inovasi yang dihasilkan oleh Siswa-siswi SMK Negeri 2 Kupang, seperti kursi, meja, catur busana dan lainnya. Gubernur NTT mengajak Menteri untuk mencoba hasil karya siswa seperti catur. 

Awalnya mencoba-coba tetapi berakhir serius percaturan antara Gubernur NTT dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga percaturan itu mencapai 7 menit dengan serius dan disaksikan oleh semua orang yang hadir di NTT Mart by One School One Product itu.

Turut hadir pada momentum itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesy para guru dan pegawai sekitar 180-an dan siswa-siswi SMKN 2 Kupang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, Gubernur NTT Melki Laka Lena dan sejumlah Kepala Sekolah lain yang ada di Kota Kupang. (*). 


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot