Berita-Cendana.Com- Kupang,- Suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan lingkungan yang bersih menyelimuti Halaman Gereja Katolik Santo Yoseph, Kelurahan Naikoten II, Kota Kupang, saat pembukaan Festival Budaya Kelurahan Naikoten II pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung hingga Rabu, 14 Oktober 2026, dengan mengusung tema "Lamaholot".
Festival ini dihadiri langsung oleh Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, Camat Kota Raja sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga setempat.
Budaya dan Lingkungan: Dua Sisi Penjagaan Bersama
Dalam kesempatan tersebut, penekanan terhadap lingkungan hidup turut menjadi bagian penting dari pesan bersama. Disampaikan bahwa membangun kelurahan dan kota tidak hanya soal melestarikan budaya, tetapi juga menjaga lingkungan hidup agar tetap asri, bersih, dan bersahabat, sehingga setiap orang tanpa terkecuali dapat tinggal dengan nyaman, sehat, dan layak.
"Kota ini perlu dijaga oleh semua unsur. Bukan hanya budaya yang kita jaga, tetapi lingkungan hidup juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Kebersihan bukan pekerjaan satu pihak saja. Kegiatan ini kita mulai dengan lingkungan yang bersih, dan kita pastikan juga berakhir bersih. Karena lingkungan yang asri dan bersahabat adalah hak semua orang, tempat di mana kita semua tinggal, tumbuh, dan berkembang bersama."
Semangat ini diwujudkan dengan penyediaan tempat sampah di sekitar lokasi kegiatan dan ajakan kepada seluruh peserta untuk ikut menjaga kebersihan selama festival berlangsung sebuah langkah kecil yang bermakna besar bagi kebiasaan hidup warga sehari-hari.
Walikota: Budaya Adalah Pinjaman dari Anak Cucu
Dalam sambutannya, Walikota Christian Widodo memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan warga Naikoten II. Ia juga menyampaikan kabar membahagiakan bahwa Kota Kupang baru saja meraih tiga penghargaan nasional dalam dua minggu terakhir: Juara 3 Kualitas Layanan Kategori Wilayah Timur, Juara 2 Program Bedah Rumah, dan Juara 1 TP2D Terbaik Kawasan Timur Indonesia.
"Prestasi ini bukan kerja satu atau dua orang. Tidak ada superhero di sini. Yang ada adalah kita semua warga Kota Kupang yang berdoa dan bekerja bersama-sama," ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Walikota menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal fisik, tetapi membangun manusianya di lingkungan yang layak.
"Membangun kota itu bukan hanya membangun gedung tinggi dan jalan mulus. Yang terpenting adalah membangun manusianya pendidikannya, kesehatannya, dan lingkungan tempat mereka tinggal. Budaya yang kuat berjalan beriringan dengan lingkungan yang bersih dan sehat. Keduanya kita jaga, agar generasi mendatang mewarisi bukan hanya budaya yang indah, tetapi juga bumi yang layak ditinggali."
Ia menyampaikan pesan yang menyentuh hati: Budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan pinjaman dari anak cucu kita begitu pula lingkungan.
"Kalau sesuatu itu milik kita saja, kadang kita seenaknya memperlakukannya. Tapi kalau itu pinjaman, kita jaga dengan sangat baik, karena suatu hari nanti generasi mendatang akan menagihnya kembali kepada kita. Baik budayanya maupun tanah tempat kita berpijak ini, semuanya dititipkan kepada kita untuk dijaga."
Tentang keberagaman di Kota Kupang, Walikota menyatakan:
"Keberagaman tidak pernah menjadi penghalang, ia selalu menjadi kekuatan. Harmoni bukan berarti semua sama itu mustahil. Harmoni adalah kita tetap berbeda, tetapi berjalan bersama secara seimbang. Persatuan bukan menjadi sama, melainkan mampu berjalan bersama walau berbeda, di atas tanah yang bersih dan damai untuk kita semua."
Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menambah 10 tas perlengkapan sekolah lengkap sebagai hadiah tambahan bagi anak-anak yang hadir. Acara pembukaan ditutup dengan penuangan air kelapa sebagai simbol pembukaan resmi festival.
Laporan Ketua Panitia: Budaya dan Lingkungan, Dua Penjaga Kehidupan
Ketua Panitia, Rio, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mempererat tali persaudaraan sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup bersih dan harmonis antar warga.
"Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih-Nya kita dapat berkumpul dalam suasana penuh cinta untuk menyelenggarakan Festival Budaya Kelurahan Naikoten II, di lingkungan yang kita jaga bersama."
Rio menjelaskan tujuan utama kegiatan:
1. Melestarikan dan memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda
2. Mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi masyarakat di bidang seni budaya
3. Mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar warga
4. Meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai rumah bersama yang asri dan bersahabat
5. Menumbuhkan semangat gotong royong dalam keberagaman
Berbagai lomba digelar selama festival berlangsung, antara lain: Lomba Tari Kreasi Lamaholot, Fashion Show Anak (usia 5–15 tahun), dan Labohong / Fashion Show Lansia (30 tahun ke atas).
Dukungan yang diterima panitia berupa hibah dari Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp17.657.628, serta hasil penjualan kupon donasi sebanyak 1.500 lembar @Rp10.000. Rio juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk para sponsor yang menyediakan hadiah berupa sepeda listrik.(*).
