Iklan

Politik

Jaga Tradisi Bersih, Kecamatan Alak Siap Pertahankan Gelar Kampung Kebersihan Kota Kupang

, Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T07:00:27Z

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Pemerintah Kecamatan Alak menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah yang dihadiri oleh para Lurah, Kepala Puskesmas, Komunitas Beta Bersih, serta berbagai unsur masyarakat, untuk memperkuat komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan dan mempertahankan prestasi sebagai kecamatan peraih gelar Kampung Kebersihan Kota Kupang.

Camat Alak, Amransius Yolah, S.Sos., membuka kegiatan dengan menegaskan tujuan utama pertemuan ini, memperkuat upaya mewujudkan wilayah Kecamatan Alak yang senantiasa bersih, serta mempertahankan capaian membanggakan yang telah diraih. Selasa, 20 Oktober 2026.

"Kita tahu bersama, Kelurahan Nunbaun Sabu meraih Juara 1 dan Kelurahan Oepura Kecamatan Maulafa meraih Juara 2 dalam lomba kebersihan Kota Kupang tahun 2025, melanjutkan capaian serupa di tahun 2018. Kita ingin mempertahankan tradisi kebersihan ini, bahkan meningkatkan partisipasi lebih luas ke depan agar lebih banyak kelurahan masuk dalam jajaran 6 besar atau 10 besar," ujar Amransius Yolah.

Beliau mengingatkan bahwa kebersihan bukan tugas satu instansi saja, melainkan kolaborasi erat antara pemerintah kecamatan, kelurahan, puskesmas, komunitas, dan seluruh warga masyarakat. Para Lurah didorong segera membentuk dan mengaktifkan Bank Sampah di wilayahnya masing-masing, serta terus melakukan sosialisasi agar kesadaran warga tumbuh dari rumah masing-masing.

Mewakili Komunitas Beta Bersih, Irfan Cendana, menyampaikan bahwa lomba kebersihan yang telah memasuki periode ketiga tidak sekadar menilai kebersihan fisik semata, melainkan juga membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.

"Kriteria penilaian mencakup pengelolaan sampah di sumber, kebersihan saluran air dan lahan kosong, ketertiban pembuangan sampah sesuai jam dan tempat, hingga kebersihan lingkungan kantor kelurahan," jelas Irfan.

Ia mengajak para Lurah untuk terus menyosialisasikan pemilahan sampah kepada warga. "Kebersihan dimulai dari kesadaran diri sendiri. Seperti yang kita lihat di Jepang tidak ada tempat sampah di pinggir jalan, namun kotanya tetap bersih karena setiap orang membawa pulang sampahnya sendiri. Itulah kesadaran yang ingin kita bangun bersama."

Irfan juga menekankan bahwa sampah yang dipilah bukan hanya mengurangi beban pembuangan, tetapi memiliki nilai ekonomi. "Kertas, plastik, logam, bahkan oli bekas semuanya bernilai. Jika kita memilah dengan benar, volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang hingga 50 persen, dan masyarakat pun mendapat manfaat ekonomi darinya."

Hasil rapat koordinasi sepakat untuk memperkuat langkah-langkah berikut. (1). Mengaktifkan dan membentuk Bank Sampah di seluruh Kelurahan Kecamatan Alak. (2). Menyisipkan pesan kebersihan dan pemilahan sampah dalam setiap kesempatan pertemuan warga. (3). Memantau ketertiban pembuangan sampah di tempat dan waktu yang ditentukan. (4). Menjaga saluran air dan lahan kosong agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah liar. (5). Memperkuat kolaborasi antara Kelurahan, Puskesmas, dan Komunitas dalam pendampingan masyarakat

"Mari kita mulai dari rumah kita sendiri. Kebersihan Kota Kupang, khususnya Kecamatan Alak, adalah tanggung jawab kita semua. Bukan sekadar untuk lomba, tetapi demi kesehatan dan kenyamanan kita tinggal hari ini dan masa depan," pesan Camat Alak menutup kegiatan.(*).



Komentar

Tampilkan

  • Jaga Tradisi Bersih, Kecamatan Alak Siap Pertahankan Gelar Kampung Kebersihan Kota Kupang
  • 0

Terkini

Ads

float