Berita-Cendana.Com- Kupang,- Sebuah papan informasi di Kantor Kecamatan Alak menyampaikan pesan yang membuka mata masyarakat, beberapa jenis sampah yang kita buang setiap hari membutuhkan waktu ratusan tahun hingga akhirnya dapat terurai secara alami.
Berapa Lama Sampah Terurai di Alam? Papan tersebut mencantumkan rincian waktu penguraian berbagai jenis sampah. Kulit rokok, tidak pernah terurai sepenuhnya. Botol air minum plastik mencapai 450 tahun baru terurai, sedangkan kaleng minuman 200 tahun baru terurai, kemasan sabun cuci, 20 tahun baru terurai, kemasan susu cair, 5 tahun baru terurai. Kamis, 22 Oktober 2026.
"Jika kita membuang botol plastik atau kaleng sembarangan, maka 4 hingga 5 generasi ke depan masih harus menanggung dampaknya. Lebih baik sampah dikelola dan dimanfaatkan menjadi nilai ekonomi, daripada dibuang sembarangan," demikian pesan di papan informasi tersebut.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan, mengingat suhu bumi yang semakin panas. Asap pembakaran sampah memperburuk kualitas udara dan mempercepat pemanasan global.
Pesan mendalam ini sejalan dengan langkah nyata yang diambil Pemerintah Kecamatan Alak. Dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah yang digelar Selasa, 20 Oktober 2026, Camat Alak Amransius Yolah, S.Sos., menegaskan komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita tahu bersama, Kelurahan Nunbaun Sabu meraih Juara 1 dan Kelurahan Maulafa meraih Juara 2 dalam lomba kebersihan Kota Kupang tahun 2025, melanjutkan capaian serupa di tahun 2018. Kita ingin mempertahankan tradisi kebersihan ini, bahkan meningkatkan partisipasi lebih luas ke depan agar lebih banyak kelurahan masuk dalam jajaran 6 besar atau 10 besar," ujar Camat Alak.
Beliau menekankan bahwa kebersihan bukan tugas satu pihak saja. "Ini butuh gotong royong pemerintah kecamatan, kelurahan, puskesmas, komunitas, dan seluruh warga. Para Lurah didorong segera mengaktifkan Bank Sampah dan terus menyosialisasikan hidup bersih dari rumah ke rumah." (*).
