Berita-Cendana.Com- Kupang,- Musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2027 sebelum curah hujan mulai turun. Seiring dengan penurunan debit air yang sudah terlihat dalam tiga minggu terakhir, PERUMDA Tirta Lontar Kabupaten Kupang menghimbau seluruh warga untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana.
Direktur Utama PERUMDA Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Jony Sulaiman, menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Kamis, 22 Oktober 2026.
"Pakai secukupnya, jangan boros karena diperkirakan akan terjadi kemarau panjang. Terlihat sejumlah mata air debitnya sudah berkurang," jelasnya.
Meskipun debit air saat ini menurun, pelayanan air bersih tetap berjalan melalui sistem distribusi bergilir dari pagi hingga sore hari. Sistem ini diterapkan agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan secara adil.
Strategi mengamankan pasokan air. Untuk menjaga ketersediaan air, sejumlah langkah telah diambil. Mengoptimalkan sumur bor dan sumber air alternatif yang tersedia. Mengatur daya pompa sesuai kondisi debit air. Mempercepat perbaikan pipa yang bocor guna menekan kehilangan air. Menggunakan pompa dorongan yang disesuaikan dengan kapasitas sumber air, beber Dirut.
"Tahun 2026 debit air turun drastis, di luar dugaan. Kemarau panjang ini tentu berdampak signifikan terhadap ketersediaan air baku," ungkap Jony Sulaiman. Meski demikian, pihaknya berkomitmen tetap melayani lebih dari 23.000 pelanggan, sekitar 18.000 di Kota Kupang dan lebih dari 4.000 di Kabupaten Kupang dengan target setiap pelanggan mendapatkan air setidaknya seminggu sekali.
Mari Sama-Sama Jaga Air Bersih, Warga juga dihimbau untuk. Menggunakan air secukupnya, tidak berlebihan, segera melaporkan pipa yang bocor ke petugas agar segera diperbaiki. Bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian sumber-sumber air di lingkungan masing-masing.
"Air adalah kebutuhan dasar kita semua. Mari kita jaga bersama, gunakan dengan bijak demi ketersediaan untuk kita semua hingga musim hujan tiba," pesan Direktur Utama PERUMDA Tirta Lontar.(*).
