Teken Kerjasama Lantamal VII Dengan Bank Indonesia Cabang Kupang




Beritacendana.com- Kupang, Penandatanganan kesepakatan Kerjasama Lantamal VII dengan Bank  Indonesia di Kompleks TNI Angkatan Laut, Jl. Yos Sudarso No.5 Osmok, Namosain Kupang Senin, 27/01/2020.

I Nyoman Ariawan Atmaja, selaku Kepala Bank Indonesia Cabang NTT dalam sambutannya mengatakan bahwa, tujuan kita yakni pertama memlihara dan menjaga nilai rupiah dengan dua cara, yakni melalui inflasi dan juga menjaga nilai tukar rupiah.

Pada kesempatan ini juga sya sampaikan bahwa tujuan Bank Indonesia bekerjasama dengan Lantamal VII dalam rangka TNI peduli inflasi.

Pada tahun 2019 inflasi di NTT 0,67 %, artinya bahwa terkecil di Indonesia. Ini tentunya adalah berkat bentuk kerjasama yang baik seluruh Stekholder baik Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota juga. Inflasi ini sangat penting karena kesejahteraan atau daya beli masyarakat.

NTT masih banyak lahan yang kosong termasuk di Kabupaten dan Kota Kupang, sehingga ada dua hal yang ingin kita kerjakan, yakni lahan kosong kita berdayakan melalui TNI yang memang sangat kokoh secara organisasi dan juga menaungi informal leader seperti Gereja, Masjid dan lainnya. Dan ini perlu di pertajam lagi melalui TNI dan keagamaan.

Salah sataunya kerjasama yang sudah kita lakukan adalah 1.000 meter depo holtikultura, ini juga sebagai contoh pemeliharaan secara organik dan sebagaimana pembibitannya dan juga ada kolam ikan. Jadi hasil dari sayuran sebagai pakan untuk ikannya, juga limbah dari kolam di gunakan untuk penyiraman.
Jelasnya.

Satu hal yang belum kita lakukan adalah telur yang sampai saat ini belum kita lakukan adalah mengenai telur dan ayam, kita masih menginport dari Surabaya, ini adalah bagian dari kita untuk mengembangkan.

Saya berharap Program ini berjalan dengan baik dan inflasi di Kota Kupang ini dapat terjaga dengan sebaik mungkin.

Kepala Lantamal Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa menyampaikan bahwa kegiatan pemanfaatan lahan kosong penghijauan dan pertanian dalam rangka peduli inflasi ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan antara instansi serta dalam upaya rehabilitasi lahan.

TNI AL dalam hala ini Lantamal VII merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam menciptakan ketahanan Nasional di bidang Pangan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pangan merupakan salah satu komoditas yang sangat penting dan strategis dalam keberadaan sebuah Negara.

Harap kegiatan demikian dapat membantu ketahanan wilayah khususnya dalam pangan yang akhirnya sebagai ketahanan Nasional dalam rangka kesejahteraan Masyarakat Indonesia dan lebih khusus di Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya Gesti Sino sebagai Ketua Panitia yang sebagai seorang sarjana pertanian mengatakan bahwa mulai usaha pengembangan pertanian dari tahun 2013. saya juga melihat banyak masyarakat menjual lahan, pada hal sebenarnya lahan itu bisa diolah dan jadi uang, juga angka pengangguran sangat tinggi di NTT, bahkan masyarakat cenderung beranggapan bahwa uang itu hanya ada di Kalimantan dan di Malaysia"
Ungkapnya.

Sekarang Pestisida-pestisida bebas di masyarakat, lalu yang mengerjakan pupuk pestisida adalah orang yang tidak pernah sekolah dan kemudian hasil pertaniannya dapat di jual sampai di Hotel dan juga di tempat lain yang dapat di nikmati oleh para Dokter, Polisi, Tentara dan lainnya, ini adalah hal luar biasa" jelasnya.

Harapan saya Lantamal di NTT ini menjadi model pertanian yang juga suatu ketika menjadi mitra dari saya dalam hal pemasaran dan teknis-teknis untuk pengembangan pertanian" tutupnya.

Fiand

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot