MENPORA Tak Hadir Sidang Gugatan PERTINA NTT, Terkait Pernyataan Kontroversi

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia memberikan pernyataan kontroversial terkait adanya  dualisme di tubuh Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA),  namun tidak menghadiri gugatan sidang Perdana di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Timur.

Demikian disampaikan saat konferensi pers oleh Ketua PERTINA NTT, Dr. Semuel Haning, SH., MH di ruang Konferensi pers Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Kota Kupang pada Kamis, 19 Maret 2026.

Ketua PERTINA meminta Menpora harus kooperatif untuk bisa menjelaskan terkait dualisme itu, supaya PERTINA dan atlet jangan resah terkait pernyataan tersebut, jelas Dr. Semuel Haning.

Ketua PERTINA NTT menjelaskan bahwa sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur pada Selasa (17/3/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai tidak dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. 

Sesuai jadwal sidang Pukul 10.00 WIB Majelis Hakim memanggil untuk persiapan sidang ternyata hingga sidang selesai Menpora Erick Thohir atau yang dikuasakan tidak hadir dalam persidangan itu. Diharapkan bisa hadir pada sidang kedua agar menjelaskan secara terang benderang, tegas Ketua PERTINA NTT.

 Menpora Erick Thohir yang menyatakan adanya dualisme dalam  PERTINA maka seyogyanya membuktikan di persidangan siapa sesungguhnya dualisme yang dimaksud. Jangan hanya bicara tetapi tidak membuktikan supaya atlet dan cabor tinju resah, tegas Dr. Semuel Haning.

Sebagai Pembina Olahraga seharusnya memberikan pernyataan yang mendukung semua cabor agar para atlet bersemangat untuk berlatih. Dasar semangat itu menciptakan sejumlah prestasi di Indonesia, bukan sebaliknya, tegas Ketua PERTINA NTT itu. 

“Ketika Menpora menyatakan adanya  dualisme maka harus membuktikan baik secara administrasi atau dokumen-dokumen lain yang tidak melanggar hukum dan harus membuktikan siapa sesungguhnya organisasi tinju amatir yang lain itu,” tanya Ketua PERTINA NTT.(*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot