Pro dan Kontra di Gereja GMIT Silo Habo, Antara Pelayan dan Jemaat. Kehilangan Kasih dan Kerinduan Tulus

Ket. Foto: Foto Ilustrasi Kasih & Kerinduan Tulus


Berita-Cendana.Com- Amarasi Selatan,-  Pelayan adalah individu yang ditunjuk atau ditahbiskan untuk menjalankan tugas khusus seperti memimpin ibadah, mengajar, dan melakukan ibadah serta pelayanan sosial. Sedangkan jemaat adalah penerima pelayanan sekaligus bagian dari tubuh gereja yang dipanggil untuk bersekutu dan bersaksi. Namun kalau terjadi pro dan kontra antara pelayan dan jemaat tentunya terjadi perpecahan dan kehilangan kasih dan kerinduan yang tulus kepada Tuhan itu sendiri.

Demikian informasi yang dihimpun di Jemaat Silo Habo Retraen Amarasi Selatan, terkhusus rayon Galilea yang diduga kehilangan kasih dan pelayanan. Sejumlah Jemaat kepada media pada Selasa, 24 Februari 2026.

Pelayan dan jemaat itu wajib saling percaya, agar kasih dan kerinduan yang tulus itu bisa hadir pada diri setiap individu dalam kelompok atau komunitas tertentu. Tetapi kalau saling curiga dan tidak percaya antara satu sama lain tentunya yang menjadi korban adalah jemaat pada umumnya.

Menikmati persekutuan dan dukungan satu sama lain dalam rayon itu sangat penting. Tetapi kalau pelayan tidak dipercaya karena berkonflik juga itu sangat berdampak pada pelayanan terhadap jemaat, pada umumnya jemaat yang akan berdampak, sehingga Pendeta, Klasis dan Sinode GMIT diminta untuk memperhatikan pelayan yang berkonflik untuk ditegur bila perlu diberhentikan.


Kokoh sebuah Gereja adalah jemaat, jemaat disebut “Batu Hidup” tanpa jemaat, sebuah gereja hanyalah Gedung kosong, bukan sebuah organisme yang hidup. Jemaat yang membawa kehidupan dalam program-program gereja, jika jemaat memiliki iman yang kuat dan saling mengasihi, gereja tersebut akan tetap kokoh meskipun tidak memiliki Gedung yang mewah, jadi pelayan yang tidak pro terhadap jemaat alangkah baiknya diberhentikan dari pelayan, karena pelayanan itu diutamakan kasih yang tulus  kepada Tuhan. Dan seorang pelayan harus memiliki prinsip kasih bukan sebaliknya.

Tulisan ini berangkat dari protes jemaat terhadap pelayan yang dinilai tidak memiliki jiwa pelayanan kasih dan tulus kepada Tuhan. Menurut sejumlah Jemaat Galilea Silo Habo Retraen Amarasi Selatan, salah satu pelayan inisial (BA) yang dinilai melanggar aturan pelayan  seperti: (1) Tidak membuat masalah, (2) Tidak Berzinah, (3), Tidak Boleh Miras. Namun pelayan (BA) itu selalu membuat masalah dengan warga dan pernah diberhentikan terhitung 4 bulan namun datang pendeta yang baru (BA) Kembali melakukan pelayanan namun menuai protes jemaat.  Karena pelayanannya terkesan pilih kasih karena (BA) hanya melakukan pelayanan di jemaat-jemaat tertentu.

Jemaat mengaku protes itu berupa surat penolakan (BA) ditujukan kepada pendeta namun pendeta mengatakan bahwa “surat penolakan jemaat tidak jelas,” jemaat mengulangi kata-kata pendeta. Sehingga saat ini sejumlah Jemaat di rayon Galilea tidak mendapatkan pelayanan baik oleh pelayan maupun pendeta, jelas Jemaat.

Lanjut jemaat, protes itu juga berulang kali hingga 15 Februari 2026 di Gereja, hingga hampir batal Ibadah hari minggu karena protes makin keras terhadap pelayan (BA), namun pendeta tetap diamkan persoalan itu. Saat protes itu sejumlah Jemaat Kembali ke rumah masing-masing hingga tidak ikut ibadah mingguan, pengakuan salah satu jemaat saat wartawan menjumpai di Retraen saat itu.

Pada minggu itu, protes memanas sehingga APH hadir dan menjaga keamanan saat Ibadah hari minggu berlangsung. Bukan itu saja tetapi ada Syukuran Natal Rayon tahun 2025 dilaksanakan pun Pendeta tidak indahkan permintaan jemaat, sehingga Jemaat meminta salah satu pelayan inisial (ON) untuk memimpin syukuran Natal di rayon tersebut. Setelah Natal lalu pelayan (ON) membawah nasar, kolekte dan perpuluhan namun pendeta menolak dengan keras sehingga berakhir memberhentikan (ON), jelasnya.

Diketahui (ON) adalah cucu dari para tetua pelaku sejarah, peletak dasar atau pendiri Gereja GMIT Silo Habo Retraen Amarasi Selatan. Jika Ketua Majelis Jemaat dalam hal ini Pendeta setempat melupakan sejarah tentunya arah tujuan kasih yang tulus itu akan pudar di tengah jalan.

Tim wartawan telah mengkonfirmasi Pendeta. Kusi Yendri Nakamnanu melalui WhatsApp Pribadinya. Menurut Pendeta, terkait protes Jemaat Rayon Galilea atas jabatan Ibu (BA) sebagai Majelis Jemaat, semua proses penetapan dan pelayanan Majelis Jemaat dilakukan berdasarkan mekanisme dan tata gereja yang berlaku di lingkungan GMIT, melalui keputusan bersama dalam struktur gerejawi yang sah. Jika terdapat keberatan atau perbedaan pandangan dari jemaat, hal tersebut seharusnya disampaikan melalui jalur internal gereja secara pastoral dan organisatoris, bukan melalui ruang publik yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, tulis Pendeta.

Lanjut Pendeta, terkait tudingan penolakan Nasar, Kolekte, dan Perpuluhan pada Syukuran Natal 2025, informasi tersebut tidak benar. Pelayanan gereja tidak pernah menolak bentuk-bentuk persembahan jemaat yang dilakukan dengan hati yang tulus sesuai iman dan tata ibadah gereja. (kolekte gereja terima tapi masuk di pos yang sebenarnya), bantahan Pendeta.

Terkait tudingan penolakan pelayanan Syukuran Natal 2025 di Jemaat Rayon Galilea Informasi tersebut juga tidak benar. Setiap pelayanan dilakukan berdasarkan pengaturan jadwal, koordinasi pelayanan, serta prinsip keteraturan gerejawi. Tidak ada penolakan pelayanan secara sepihak, katanya.

Terkait pemberhentian Majelis Jemaat Ibu (ON), tidak pernah ada pemberhentian Majelis Jemaat secara sepihak karena alasan pelayanan Syukuran Natal. (Justru beliau yang mengundurkan diri secara sadar dan mengembalikan buku pelayanannya setelah mendapat pembinaan tentang struktur majelis).  Setiap keputusan terkait status pelayanan majelis harus melalui proses gerejawi yang sah, berjenjang, dan berdasarkan tata gereja GMIT, tegas Pendeta.

Pendeta juga imbau semua pihak untuk menjaga semangat persaudaraan, kesatuan tubuh Kristus, dan penyelesaian persoalan melalui mekanisme gereja yang benar, dalam kasih, damai, dan kebenaran, bukan melalui konflik terbuka yang dapat melukai persekutuan jemaat. Kiranya klarifikasi ini dapat menjadi informasi yang berimbang dan bertanggung jawab bagi publik.(***).





0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot