Berita-Cendana.Com- Oelamasi,- Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor Pdt. Semuel Pandie menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang atas sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pembukaan Sidang Majelis Klasis Amfoang Utara yang berlangsung di Jemaat Hosana Tataum, Kecamatan Amfoang Timur. Dalam sambutannya, Ketua Sinode menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Kupang, secara konsisten melibatkan GMIT dalam berbagai program pembangunan sosial, sebagai mitra strategis yang memiliki jangkauan hingga ke tingkat jemaat.
Ia juga menyoroti komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kupang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang secara eksplisit menempatkan kolaborasi dengan lembaga keagamaan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Dalam konteks ini, GMIT sebagai salah satu lembaga keagamaan terbesar di wilayah tersebut menjadi mitra utama dalam mendorong perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Ini bukan sekadar kerja bersama, tetapi sebuah kesadaran bahwa pembangunan manusia membutuhkan pendekatan kolaboratif yang utuh melibatkan pemerintah, gereja, dan masyarakat, ujarnya.
Ketua Sinode juga menekankan bahwa di tengah dunia yang sedang menghadapi berbagai krisis sosial dan kemanusiaan, dibutuhkan kerja kolektif dalam kerangka ekosistem profetis. Konsep ini menggambarkan peran gereja yang tidak hanya bersuara secara moral, tetapi juga hadir aktif dalam kerja nyata bersama berbagai pihak.
Menurutnya, gereja tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab kompleksitas persoalan sosial. Oleh karena itu, kemitraan dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas dampak pelayanan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan sejumlah contoh keberhasilan kolaborasi antara GMIT dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Di antaranya adalah dukungan terhadap pengembangan sekolah-sekolah GMIT, program pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis komunitas, serta keterlibatan gereja dalam kampanye kesehatan dan penanganan isu-isu sosial di tingkat desa.
Kolaborasi ini dinilai tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat, tetapi juga mempercepat distribusi program pembangunan hingga ke akar rumput, memanfaatkan jaringan gereja yang luas dan solid.
Sidang Majelis Klasis Amfoang Utara pun menjadi momentum penting untuk mempertegas arah kemitraan ke depan bahwa gereja dan pemerintah bukan dua entitas yang berjalan sendiri, melainkan mitra yang saling menguatkan dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kupang.(*)

Posting Komentar