Pilu Keluarga Beukliu Menyelimuti, Saat Ketua BPH UPG 1945 di RS. Bhayangkara Kupang

Berita-Cendana.Com- Pilu menyelimuti keluarga Beukliu dan Keluarga Bien saat Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur, Dr. Semuel Haning, S.H., MH tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Tujuannya untuk menyaksikan mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia yang meninggal di Kos tidak dengan wajar itu.

Pantauan wartawan sejak pukul 12.34 di rumah sakit tersebut keluarga memang bersedih. Tapi tepat pukul 16.00 tibanya Ketua BPH di rumah sakit, memuncak lah kesedihan itu. Korban Yerdi Efrosina Beukliu, Ayah Korban Lukas Beukliu dan Ibu Nonci Bien menangis sambil berpelukan hingga Lukas Beukliu terjatuh karena kesedihan di hadapan Ketua BPH, Minggu, 10 Mei 2026.

Pilu mendalam yang bisa diungkapkan oleh Ayah dan Ibu Korban bukan dengan kata-kata tetapi dengan suasana dan tangis yang menyelimuti keluarga di tempat tersebut. Namun pihak Kampus UPG NTT siap untuk memfasilitasi jenazah dari Kupang hingga  tiba dirumah duka di Desa Muna, Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Meninggal nya korban diduga tidak wajar sehingga sementara menunggu dokter untuk melakukan autopsi. Menurut informasi yang diperoleh wartawan, korban meninggal di dalam Kos yang beralamat di Kelapa lima Kota Kupang dengan posisi pintu tertutup rapi. Sehingga saksi lain harus mendobrak pintu, saat mendobrak pintu temukan korban dengan kondisi tanpa busana.

Menurut  Ketua BPH UPG 1945 bahwa Yerdi Efrosina Beukliu Mahasiswa semester IV Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal di dalam kamar kos pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 02.00 dini hari. Oleh keluarga dan pihak Kepolisian, jenazah di bawah RS. Sakit Bhayangkara Kupang untuk dilakukan tidak lanjut untuk mengetahui penyebab kematiannya.  

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Besar (PB) PGRI NTT Dr. Semuel Haning, SH.,MH di ruang Pemulasaran Jenazah RS. Bhayangkara Kupang menyampaikan kasus tersebut akan di dilakukan penyelidikan tuntas oleh pihak Kepolisian agar dapat mengungkapkan dan memberi kejelasan terkait hilangnya nyawa mahasiswa Yerdi Efrosina Beukliu. 

Dr. Semuel Haning juga berterima kasih kepada pihak kepolisian baik Polres Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima yang membantu pihaknya dan keluarga yang menerima musibah ini agar memperjelas kasus kematian mahasiswa Yerdi Beukliu. 

“Kita serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian kalau memang adanya dugaan  tindakan kekerasan fisik dan lain-lain kita meminta untuk mengungkap terduga pelaku yang menghilangkan nyawa mahasiswa kami,”. 

Sebagai keluarga besar UPG 1945 NTT akan memfasilitasi dan menanggung segala biaya yang dibutuhkan dari rumah sakit hingga jenazah di pulang ke kampung halamannya di TTS. “Kita akan antar jenazah sampai di Ayotupas dan seluruh biaya yang dibutuhkan akan ditanggung oleh Kampus UPG 1945 NTT,”. 

Dr. Semuel Haning juga meminta keluarga  dan masyarakat agar tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan kejadian yang menimpa mahasiswa Yerdi tetapi serahkan semua kepada pihak yang berwenang untuk mengungkap kasus kematian dari mahasiswa Yerdi Beukliu. 

Hadir pada saat itu, Rektor UPG NTT, Uli Jonathan Riwu Kaho, S.P. M. Si, para Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ketua Prodi, Mahasiswa Semester IV dan Dosen lainnya juga turun berduka cita atas meninggalnya mahasiswi itu. (*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot