Berita-Cendana.Com- NAGEKEO, – Di tengah situasi darurat pasca gempa, berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, jajaran Partai Gerindra Nusa Tenggara Timur bergerak cepat turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan. Dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Fernando “Nando” Soares, tim merambah sekitar 30 titik terdampak mulai dari Mbay, Boawae, hingga sejumlah wilayah di Kabupaten Nagekeo dan Ngada pada Minggu (16/8/2026).
Rombongan membawa bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan langsung ke tangan warga yang membutuhkan. “Hari ini kami bergerak ke sekitar 30 titik, dari Mbay sampai Boawae, mencakup wilayah Nagekeo dan Ngada. Kami membawa bantuan sembako untuk warga,” ujar Nando Soares.
Menurut Nando, kecepatan menjangkau masyarakat menjadi hal yang paling utama saat bencana. Bantuan tidak boleh hanya menumpuk di satu tempat, melainkan harus bergerak masuk ke kantong-kantong warga yang terdampak. Oleh karena itu, tim memilih turun langsung menyisir lokasi untuk memantau keadaan sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak merasa menghadapi bencana sendirian. Kita harus hadir, melihat langsung keadaan mereka, dan membantu apa yang paling dibutuhkan saat ini,” tegasnya.
Ia menegaskan penanganan pasca bencana membutuhkan kerja sama lintas pihak: pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, partai politik, hingga seluruh elemen masyarakat. Keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas harus menjadi prioritas bersama.
Gerindra NTT juga mendorong agar penanganan selanjutnya tidak hanya berhenti pada penyaluran sembako, namun terus menyesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang di lapangan, mulai dari tempat pengungsian yang layak, ketersediaan air bersih, pelayanan kesehatan, hingga perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
“Bencana tidak mengenal warna politik. Ketika rakyat sedang kesulitan, tugas kita adalah hadir dan bekerja. Yang dibutuhkan saat ini bukan banyak bicara, melainkan tangan yang bergerak dan bantuan yang benar-benar sampai tepat sasaran,” ucap Nando dengan tegas.
Aksi kemanusiaan ini merupakan respons cepat pasca gempa besar yang melanda Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu, yang menyebabkan kerusakan dan membuat ribuan warga harus bertahan di posko pengungsian.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan. Prinsip kami sederhana: jangan biarkan ada warga terdampak yang merasa ditinggalkan,” pungkas Nando Soares.(*).

Posting Komentar