Berita-Cendana.Com- KUPANG, – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis Laporan Situasi (Sitrep) ke-4 penanganan pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi. Hingga pemantauan pukul 11.30 WITA, tercatat 20 orang meninggal dunia, 6 orang mengalami luka-luka maupun luka berat, dan 2 orang dilaporkan masih tertimbun reruntuhan.
Berdasarkan data pendataan sementara unsur SAR yang telah diverifikasi per wilayah, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai mencatat masing-masing 8 korban meninggal dunia. Selanjutnya Kabupaten Sikka 3 orang, Kabupaten Manggarai Barat 1 orang. Sementara 2 orang yang masih tertimbun berada di wilayah Reo Barat, Kabupaten Manggarai. Kabupaten Nagekeo dan Ngada hingga saat ini belum teridentifikasi adanya korban jiwa.
Secara total sementara tercatat 28 orang terdampak, namun seluruh data masih dalam tahap verifikasi dan konsolidasi lapangan untuk memastikan keakuratan informasi.
Pergerakan Tim Penyelamatan Terkendala Longsor
Tim penyelamatan dari berbagai kantor SAR di wilayah NTT telah segera dikerahkan ke titik terdampak sejak pukul 07.00 WITA. Tim Rescue Kantor SAR Maumere bergerak ke Nagekeo lewat jalur darat dengan 2 kendaraan, sementara Unit Siaga SAR Ende juga menuju lokasi yang sama namun terkendala longsoran di Kampung Pombara, sehingga pengerukan material menggunakan alat berat terus dilakukan.
Dari arah barat, Tim Pos SAR Labuan Bajo telah bergerak menuju Reo, Kabupaten Manggarai. Selain itu, kapal KN SAR 250 Puntadewa juga diberangkatkan menuju wilayah Nagekeo guna mempercepat pelaksanaan operasi. Seluruh unsur bekerja sama secara terpadu bersama TNI, Polri, BPBD, BMKG, Pemerintah Daerah, PMI dan pemangku kepentingan terkait.
Akses Jalan Masih Terhalang Material Longsor
Kondisi akses di sejumlah wilayah terdampak menjadi tantangan utama pergerakan tim. Tercatat ada penutupan jalan akibat longsor dan batu jatuh di wilayah Ruteng Manggarai, serta jalur Trans Ende–Bajawa. Material longsoran menutupi badan jalan sehingga pembersihan terus dilakukan secara bertahap.
Dampak getaran juga terlihat pada kerusakan bangunan di wilayah Manggarai dan Manggarai Barat, serta fasilitas pelabuhan di Maumere Sikka. Verifikasi menyeluruh terhadap kerusakan bangunan dan fasilitas publik masih terus dilaksanakan.
Peringatan Tsunami Telah Berakhir
Sementara itu, berdasarkan informasi resmi BMKG, peringatan tsunami telah dicabut seluruhnya pukul 07.31.30 WIB lewat pengumuman PD-4. Gelombang tsunami terdeteksi di 10 titik pemantauan, dengan ketinggian tertinggi tercatat di Maurole Ende sebesar 0,94 meter, disusul Bulukumba 0,54 meter, Pelabuhan Kewapante Sikka 0,38 meter, dan Labuan Bajo 0,36 meter. Pihak BMKG mengingatkan angka tersebut hanya hasil pengukuran stasiun dan belum tentu menggambarkan ketinggian maksimum gelombang yang menyentuh daratan.
Perkuatan Dikerahkan, Penanganan Terus Berlangsung
Basarnas telah menyiapkan unsur perkuatan Basarnas Special Group (BSG) yang akan segera bergerak menuju Maumere dan wilayah Flores lainnya sesuai perkembangan situasi. Hingga saat ini, asesmen kerusakan dan korban masih terus dilakukan, jalur akses perlahan dibuka, serta operasi pencarian dan pertolongan bagi dua orang yang masih tertimbun terus digencarkan.
“Seluruh data yang dirilis bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan informasi lapangan yang telah terverifikasi. Penanganan pasca gempa masih berlangsung secara maksimal,” demikian tertuang dalam laporan resmi Direktur Operasi Basarnas.(*).

Posting Komentar