Berita-Cendana.Com – Nunkolo, – Selama tiga tahun mengabdi di Desa Saenam, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bidan Feronika Benu, A.Md.Keb., tak pernah memiliki gedung Pustu. Setiap hari ia melayani warga dari Posyandu. Namun kesulitan itu tak pernah mengurangi senyum dan ketulusan pelayanannya. Kini, rasa syukurnya meluap pada tahun 2025 akhirnya Desa Saenam memiliki gedung Pustu yang lengkap dan layak.
“Saya bertugas di sini sejak tahun 2023. Saat itu belum ada Pustu, jadi saya melayani dari Posyandu. Atas usulan yang diajukan pada 2024, Alhamdulillah pada 2025 kami sudah memiliki gedung lengkap,” ujar Feronika dengan wajah berseri-seri, Selasa (4/8/2026).
Gedung baru tersebut dilengkapi fasilitas penunjang yang sangat dibutuhkan: satu tempat tidur perawatan, satu lemari pakaian, satu meja kaca, lima kursi tamu, satu lemari obat, dua lemari penyimpanan alat kesehatan, empat meja kerja, dan empat kursi putar. Semua ini disampaikan sebagai wujud terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.
Meski selama bertahun-tahun tanpa gedung sendiri, Feronika tak pernah mengeluh. Justru ia menanamkan pemahaman mendalam bahwa pelayanan dengan kasih adalah obat yang paling ampuh.
“Menurut saya, melayani pasien itu bukan obat saja yang menyembuhkan. Sapa yang ramah, senyum yang tulus, itu saja sudah bisa memberi perubahan besar secara psikologis bagi mereka yang datang,” tegasnya lembut namun penuh keyakinan.
Ia menambahkan, menjadi tenaga kesehatan bukan berarti harus terus menuntut fasilitas dari pemerintah atau masyarakat. “Justru melalui pelayanan terbaik yang kita berikan, itulah cara kita mengabdi kepada negara dan kepada masyarakat. Sebagai putri daerah, saya ingin memberikan dedikasi terbaik lewat senyum, kasih, dan ketulusan hati,” tutupnya.
Kisah Bidan Feronika mengingatkan kita: fasilitas melengkapi pelayanan, namun ketulusanlah yang benar-benar menyembuhkan. (*).


Posting Komentar