Berita-Cendana.Com- Kupang,- Suasana penuh sukacita dan kebersamaan menyelimuti pembukaan Festival Seni dan Budaya Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kotaraja, Kota Kupang. Digelar di halaman SD Negeri Oetona pada Rabu, 2 September 2026, kegiatan ini tak hanya merayakan keberagaman budaya, kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup juga menjadi prioritas utama sejak awal acara.
Di setiap sudut lokasi festival, telah disiapkan kantong dan tempat pengumpulan sampah agar seluruh pengunjung dapat membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan lokasi dijaga bersama sebagai wujud kepedulian lingkungan yang selaras dengan visi Pemerintah Kota Kupang.
Festival ini mengusung tema: "Seni dan Budaya Menjadi Berkat Kehidupan, Berkeluarga, Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara". Tema ini sangat selaras dengan visi-misi Walikota Kupang, dr. Christian Widodo. Membicarakan masyarakat, bangsa, dan negara tak pernah terlepas dari kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kebersihan.
"Setiap manusia yang hidup dan bertumbuh di mana pun, tentunya harus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup agar kita bisa tinggal dan menetap dengan baik. Hal ini menjadi kekuatan budaya dan karakter masyarakat Kota Kupang."
Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Bakunase II, Oktovianus Hen Sem Tabelak, menyampaikan laporan dihadapan Camat Kotaraja, jajaran staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daud Nafi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D Gheta, ST, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari anak-anak hingga lansia:
"Melestarikan kekayaan seni dan budaya yang beraneka ragam etnis di Kelurahan Bakunase II perlu dipupuk dan diwariskan kepada generasi muda. Pemerintah Kota Kupang memberi wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyalurkan bakat sekaligus melestarikan warisan budaya."
Festival ini menampilkan seni tradisional, musik daerah, cerita rakyat, kerajinan tangan, sarung, selimut, makanan khas, hasil bumi, dan aneka kuliner warga sekaligus mendorong roda ekonomi masyarakat.
Kegiatan itu bertujuan:
1. Mempertahankan dan melestarikan seni budaya warisan nenek moyang;
2. Membekali generasi muda agar paham dan berperan sebagai pelestari budaya;
3. Menjadikan seni budaya sebagai perekat kehidupan beragama, berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara lewat kreativitas lokal.
Kegiatan berlangsung 2–4 September 2026 di halaman SD Negeri Oetona. Seluruh warga dari anak-anak hingga lansia, terlibat aktif. Ada lomba tarian TK/SD, tarian pemuda-pemudi, penilaian profesional, serta penghargaan berupa piagam, hadiah, dan sertifikat.
Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Daud Nafi, S.Si.TP., M.M. Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam
"Festival budaya ini sudah berlangsung sekitar 4 tahun, merata di 51 Kelurahan se-Kota Kupang. Sesuatu yang baik harus terus kita pelihara dan syukuri."
Beliau menegaskan budaya tidak boleh hanya tersimpan di museum atau cerita masa lalu budaya harus dipraktikkan setiap hari, termasuk budaya menjaga kebersihan lingkungan.
"Di Kelurahan Bakunase II saja ada 5 etnis berbeda. Justru dalam keberagaman itulah kekuatan kita. Kita boleh maju dengan teknologi, tetapi jangan lupa akar budaya dan jangan lupa menjaga lingkungan tempat kita hidup."
Tema festival mengandung makna bahwa budaya bukan sekadar tontonan, melainkan alat pemersatu. Perbedaan etnis, bahasa, dan adat disatukan dalam semangat hidup bersama yang harmonis, sehat, dan bersih.
"Dengan pertolongan Tuhan, Festival Budaya Kelurahan Bakunase II resmi dibuka. Kiranya Tuhan memberkati seluruh rangkaian kegiatan ini, menjadi berkat, perekat persaudaraan, dan sekaligus menjadi teladan: menjaga budaya, menjaga lingkungan, menjaga kebersihan untuk kehidupan yang berkah bersama."(*).


Posting Komentar