Berita-Cendana.Com- Kupang,- Suasana penuh sukacita dan kebersamaan menyelimuti pembukaan Festival Seni dan Budaya Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, pada sore hari ini. Mengusung tema "Seni dan Budaya Menjadi Berkat Kehidupan, Berkeluarga, Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara", kegiatan ini menjadi wadah pelestarian warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan antar warga yang beragam etnis.
Kegiatan terlaksana di Kelurahan Bakunase II bertempat di SD Negeri Oetona Kota Raja Kota Kupang pada Rabu, 2 September 2026.
Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Bakunase II, Oktovianus Hen Sem Tabelak, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan di hadapan para hadirin: Camat Kota Raja, jajaran, tokoh agama, ulama, pendeta, penatua, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kelurahan Bakunase II dari anak-anak hingga lansia.
"Melestarikan kekayaan seni dan budaya yang beraneka ragam etnis di Kelurahan Bakunase II perlu dipupuk dan diwariskan kepada generasi muda yang tumbuh di era yang cukup maju saat ini. Pemerintah Kota Kupang memberi wadah bagi masyarakat dari anak-anak, pemuda, hingga dewasa, untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, sekaligus melestarikan warisan budaya masing-masing."
Festival ini bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, musik daerah, atau cerita rakyat. Juga ditampilkan kerajinan tangan, sarung, selimut, makanan khas, hasil bumi, serta aneka kuliner yang dijual warga sehingga kegiatan ini sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan:
1. Mempertahankan dan melestarikan seni budaya yang diwariskan nenek moyang;
2. Membekali generasi muda agar memahami dan berperan sebagai pelestari budaya;
3. Menjadikan seni budaya sebagai perekat kehidupan beragama, berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara melalui kreativitas lokal.
Kegiatan berlangsung 2–4 September 2026 di Lapangan SD Negeri Oetona Kelurahan Bakunase II. Seluruh warga, anak-anak hingga lansia menjadi peserta sekaligus penikmat kegiatan.
Berbagai lomba disiapkan seperti, tarian dari siswa TK dan SD, tarian kelompok pemuda pemudi, dengan sistem penilaian profesional. Pemenang menerima piagam penghargaan, hadiah, dan sertifikat.
Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Daud Nafi, S.Si.TP., M.M. Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam.
"Festival budaya ini sudah berlangsung sejak sekitar 4 tahun lalu, merata di 51 Kelurahan se-Kota Kupang. Tetapi yang jelas sesuatu yang baik harus terus kita pelihara dan syukuri."
Beliau menegaskan bahwa budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu atau benda di museum.
"Seni dan budaya tidak bisa hanya ditaruh di museum atau didengar dari tutur orang tua. Budaya harus dipraktikkan, supaya tidak hilang dari kehidupan kita."
Di Kelurahan Bakunase II saja terdapat 5 etnis berbeda, dengan bahasa, tradisi, dan karakter yang beragam. Justru dalam keberagaman itulah kekuatan dan keindahan budaya.
"Kita berharap identitas budaya kita tidak tergerus zaman. Kita boleh maju dengan teknologi, tetapi jangan lupa akar budaya kita. Seperti kita tidak akan lupa membawa Alkitab ke gereja, demikian pula kita tidak boleh melupakan budaya leluhur kita."
Tema "Seni dan Budaya Menjadi Berkat Kehidupan, Berkeluarga, Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara" mengandung makna mendalam, budaya bukan sekadar tontonan, melainkan alat pemersatu. Melalui budaya, perbedaan etnis, bahasa, dan adat menjadi kekuatan untuk membangun kerukunan hidup sesama warga Kelurahan Bakunase II.
“Dengan pertolongan Tuhan dan atas izin kita semua yang hadir, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Bakunase II secara resmi kami buka. Kiranya Tuhan memberkati seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi berkat, menjadi perekat persaudaraan, dan menjadi kebanggaan kita bersama."(*).

Posting Komentar