Kelola Sampah dari Sumber, Jangan Hanya Andalkan TPA

 

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Pemerintah Kota Kupang resmi mengubah paradigma penanganan sampah. Dari yang semula hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini pengelolaan sampah didorong dimulai sejak dari rumah tangga melalui gerakan "Satu Bina Satu" dengan pesan tegas: "Sampahmu, Tanggung Jawabmu".

Program ini diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah se-Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Walikota, Kamis (3/9/2026). Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., dihadiri secara daring oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc., serta secara langsung oleh Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Ade Suharso, S.Hut., M.Si., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kupang, para camat dan lurah se-Kota Kupang, tokoh agama, instansi vertikal, serta pengelola Material Recovery Facility (MRF), TPST, dan bank sampah.

TPA Alak Jenuh, Capaian Pengelolaan Sampah Baru 33,5%

Ignasius menegaskan kondisi TPA Alak menjadi peringatan keras: pola lama pengelolaan sampah sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Volume sampah yang terus membesar membuat TPA kewalahan, sementara capaian pengelolaan sampah Kota Kupang saat ini baru berada di angka 33,5% jauh dibawah target nasional sebesar 63,4% yang harus dicapai pada tahun 2026.

"Kita harus jujur, persoalan sampah kita masih serius. Jangan menunggu sampah menjadi bencana baru. Pengelolaan sampah tidak boleh lagi dimulai dari truk pengangkut atau di TPA harus dimulai sejak dari sumbernya, dari rumah masing-masing".

Program "Satu Bina Satu" sebelumnya telah diujicobakan di Kecamatan Oebobo. Pengalaman, keberhasilan, maupun tantangan di lapangan akan dijadikan pelajaran sebelum diperluas ke seluruh kecamatan. Ignasius menekankan syarat mutlak.

"Program ini jangan berhenti pada sosialisasi, rapat, atau seremonial belaka. Harus menghasilkan perubahan nyata di lapangan. Saya sendiri siap turun langsung meninjau untuk memastikan program berjalan sesuai target".

  Inti "Satu Bina Satu": Pilah Sampah dari Rumah, Tanggung Jawab Bersama

Inti gerakan ini sederhana namun mendasar: setiap rumah, lingkungan, sekolah, kantor, dan lembaga wajib memilah sampah organik dan anorganik sebelum diserahkan ke petugas pengangkut. Dengan sampah terpilah sejak awal, volume yang masuk ke TPA bisa ditekan drastis, sebagian besar bisa diolah kembali menjadi pupuk, bahan daur ulang, atau produk bernilai ekonomi.

"Sampah bukan hanya pekerjaan pemerintah atau satu dinas saja. Ini tanggung jawab setiap warga. Saya mengajak kita jadikan 'Satu Bina Satu' bukan sekadar nama program, melainkan gerakan perubahan perilaku di tengah masyarakat".

 Strategi 3 Lini: Hulu – Tengah – Hilir, Sampai Tuntas

Pusdal LH Wilayah Bali dan Nusa Tenggara memetakan pembenahan pengelolaan sampah Kota Kupang dalam tiga lini terintegrasi, agar tidak ada mata rantai yang terputus:

1. Lini Hulu: Pencegahan & Pemilahan dari Sumber

Fokus utama gerakan "Satu Bina Satu". Setiap warga diajak dan didorong memilah sampah sejak dari rumah. Perubahan perilaku ini menjadi fondasi utama, karena sampah yang sudah bercampur sulit diolah dan sebagian besar hanya bisa berakhir menjadi tumpukan di TPA.

2. Lini Tengah: Pengolahan & Ekonomi Sirkular

- Menghidupkan kembali fasilitas yang belum optimal: MRF, TPST, TPS3R, dan bank sampah di setiap kelurahan/kecamatan;

- Mendorong skema Extended Producer Responsibility (EPR) dan program CSR dunia usaha, agar produsen ikut bertanggung jawab mengelola limbah kemasan produknya;

- Sampah organik diolah jadi pupuk kompos atau pakan maggot; sampah anorganik didaur ulang jadi barang bernilai guna.

3. Lini Hilir: Pembenahan TPA Alak

- Menyelesaikan 12 poin administrasi pengelolaan TPA;

- Mengubah sistem dari open dumping (tumpukan terbuka) menjadi controlled landfill (pengelolaan terkontrol);

- Memperketat pengawasan potensi kebakaran dengan menyiagakan armada tangki air secara rutin.

 Pusdal LH Beri Dukungan Penuh, Serahkan APD untuk Bank Sampah

Kepala Pusdal LH Ni Nyoman Santi mengapresiasi langkah Pemkot Kupang dan menegaskan pihaknya akan terus mendampingi, mengingat target nasional yang harus dikejar. Di awal kegiatan, Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara secara simbolis menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada pengelola Bank Sampah Muara Abu, sebagai wujud dukungan nyata bagi penggerak pengelolaan sampah di akar rumput.

Target Jelas: Kurangi Sampah ke TPA, Wujudkan Kota Kupang Bersih & Sehat

Dengan paradigma baru ini, Pemkot Kupang menargetkan hanya sebagian kecil sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi yang dibuang ke TPA sisanya dikelola menjadi barang bermanfaat. Langkah ini sekaligus menjaga kualitas udara, air, dan tanah dari pencemaran sampah, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni bagi seluruh warga Kota Kupang.

"Satu rumah memilah, satu lingkungan bersih. Satu kelurahan bergerak, satu kota berubah. 'Satu Bina Satu' sampahmu adalah tanggung jawabmu, kebersihan kota adalah hak kita semua."(*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot