Karya ini langsung mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, saat melakukan kunjungan pada Senin, 8 September 2026.
Ide membuat Kebun Kreatif ini istimewa: pengelolaannya dilakukan memanfaatkan waktu satu jam sebelum dan satu jam setelah jam kerja. Bukan di luar jam tugas, melainkan di sela-sela kesibukan, membuktikan bahwa produktivitas tidak berhenti saat pekerjaan administratif selesai.
"Ini adalah bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa dimanfaatkan menjadi kebun yang menghasilkan sekaligus memperindah lingkungan kantor," ujar Emilia.
Menurutnya, inovasi tak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan kemauan, kreativitas, dan konsistensi, ruang sederhana pun mampu memberi manfaat nyata. Kebun ini bukan sekadar tentang sayur-mayur melainkan ruang edukasi, ruang estetika, dan bukti semangat kerja ASN yang peduli lingkungan.
Penataannya yang rapi dan asri kini juga menjadi salah satu spot menarik di lingkungan kantor, sekaligus memperkuat citra Dinas Parekraf sebagai institusi yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
Emilia mendorong seluruh perangkat daerah se-NTT untuk meniru semangat ini, terutama instansi yang masih memiliki lahan belum dimanfaatkan secara optimal.
"Kalau ada lahan yang belum dimanfaatkan, mengapa harus dibiarkan tidur? Mari kita ubah menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat," ajaknya.
Pesan ini menjadi penting di tengah tuntutan agar birokrasi tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga melahirkan inovasi yang menyentuh kehidupan nyata. Pemerintah tidak selalu harus menunggu program besar dan anggaran besar untuk menciptakan perubahan. Terkadang, perubahan lahir dari sebidang tanah kosong, kemauan untuk bekerja, dan keberanian untuk berkreasi.
Kepala Dinas Parekraf NTT, Doris Alexander Rihi, menyambut baik kunjungan Ketua DPRD NTT tersebut.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ibu Ketua DPRD. Bagi kami, kunjungan ini menjadi motivasi agar seluruh ASN terus melahirkan kreativitas yang memberi manfaat, bukan hanya bagi organisasi tetapi juga bagi lingkungan," ujarnya.
Doris menegaskan bahwa semangat Kebun Kreatif sejalan dengan karakter dinasnya, selalu berpikir kreatif, inovatif, dan produktif.
"Kebun ini tidak boleh berhenti sebagai kebun. Ia harus menjadi simbol: setiap ruang punya potensi, setiap lahan bisa memberi manfaat, dan setiap aparatur punya peluang menciptakan sesuatu," tambahnya.
Dari lahan yang diam, kini tumbuh sayuran. Dari ruang yang kosong, kini hadir keindahan. Dari kerja sederhana di sela waktu, lahir pesan besar, kreativitas birokrasi tak harus menunggu perintah, tak harus menunggu proyek besar, dan tak selalu butuh anggaran besar. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk memulai.
Kebun Kreatif Dinas Parekraf NTT membuktikan, ketika kreativitas bertemu kepedulian, lahan tidur pun bisa berubah menjadi karya yang hidup. (Kontributor: Paul.S).
Posting Komentar