Iklan

Politik

Program 3K: Kolam, Kandang, Kebun, Langkah Nyata Cegah Stunting di So’E

, September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T10:22:17Z

Berita-Cendana.Com- Soe,- Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan penyuluhan gizi. Keluarga memerlukan akses pangan bergizi, pendampingan yang tulus, dan semangat gotong royong untuk mewujudkannya. Inilah yang didorong Program 3K, Kolam, Kandang, Kebun dari Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Nusa Cendana melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di So’E, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (16/9) ini diikuti lebih dari 20 peserta: diaken GMIT Imanuel, kader Posyandu, serta keluarga yang memiliki anak dengan stunting.

Ketua Tim PKM, Dr. Yeheskial A. Roen, menjelaskan inti program ini sederhana, setiap keluarga bisa mulai dari apa yang dimiliki, tanpa harus menunggu bantuan besar.

“Kita tidak menuntut semua keluarga membuat kolam, kandang, dan kebun sekaligus. Mulai dari yang paling mampu dilakukan, menanam sayur di pot, memelihara ayam di pekarangan, atau mengelola kolam ikan sederhana. Yang penting tersedia pangan bergizi: ikan, telur, sayur, setiap hari untuk anak,” ujarnya.

Pemanfaatan sumber daya lokal ini menjadi kunci agar pemenuhan gizi tidak bergantung pada pasar yang harganya naik-turun, melainkan dari usaha sendiri di halaman rumah.

Program ini membangun kerjasama tiga pihak dengan peran yang jelas.  Keluarga membawa anak rutin ke Posyandu, menjaga kebersihan, mengatur pola makan, serta memilih kegiatan 3K yang sanggup dijalankan.

Kader Posyandu, memantau pertumbuhan anak, memberi edukasi gizi, dan merujuk ke tenaga kesehatan jika ada kendala.

Diaken GMIT, mengenali keluarga yang membutuhkan pendampingan, mendengarkan kesulitan mereka, dan menggerakkan kepedulian jemaat untuk saling membantu.

Mulai dari Mendengar, Bukan Menyalahkan. Pesan yang ditekankan Dr. Yeheskial, jangan menilai keluarga, melainkan pahami dulu kenyataan mereka.

“Tanyakan, makanan apa yang anak suka? Apa yang sudah berhasil dilakukan? Apa yang paling dibutuhkan? Dari situ baru kita tentukan langkah bersama. Dukungan yang sesuai kebutuhan jauh lebih bermakna daripada sekadar memberi arahan,” tegasnya.

Pendekatan ini membuat peserta merasa didampingi, bukan dinilai. Semangat ini yang diharapkan terus hidup setelah kegiatan berakhir.

 Tim PKM terdiri dari Dr. Yeheskial A. Roen (ketua), Jim Koinanan, S.Sos., M.Si., Jeany Ataupah, S.Sos., M.Si., serta dua orang mahasiswa. Kegiatan mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.

Melalui sinergi pelayanan diakonia, pemantauan kesehatan, dan usaha keluarga sendiri, Program 3K menanamkan harapan, pangan bergizi tersedia setiap hari di setiap rumah, stunting dapat dicegah, dan anak-anak di So’E tumbuh sehat serta cerdas.(*).


Komentar

Tampilkan

  • Program 3K: Kolam, Kandang, Kebun, Langkah Nyata Cegah Stunting di So’E
  • 0

Terkini

Ads

float