Iklan

Politik

GAMKI Kabupaten Kupang & GMIT Elim Naibonat Gelar Turnamen Futsal, Satukan Pemuda Lintas Gereja dalam Semangat Persaudaraan

, Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T10:17:41Z

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Kupang berkolaborasi dengan Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) Jemaat GMIT Elim Naibonat menggelar turnamen futsal dan serangkaian kegiatan kepemudaan, budaya, serta edukasi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan menyambut Bulan Keluarga.

Kegiatan tersebut akan dimulai pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 15.00 WITA, di lingkungan Jemaat GMIT Elim Naibonat, Kabupaten Kupang. Pembukaan turnamen dijadwalkan dilakukan oleh Bupati Kupang.

Turnamen futsal ini mendapat sambutan antusias dari kalangan pemuda. Panitia melaporkan sebanyak 20 tim terdaftar pada kategori usia di bawah 16 tahun (U-16) dan 15 tim pada kategori U-17, sehingga total sementara mencapai 35 tim.

Peserta berasal dari kalangan umum, pemuda jemaat GMIT, serta berbagai denominasi gereja lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah perjumpaan, persaudaraan, dan pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Kupang.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Deasy M.C. Ballo-Foeh, S.H., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata panggilan pelayanan pemuda Kristen yang tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan aktivitas organisasi semata.

"Pemuda gereja tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus menjadi pelaku perubahan. Melalui olahraga, seni budaya, pendidikan, dan pelayanan sosial, kita sedang membuka ruang bagi anak-anak muda untuk bertumbuh, membangun karakter, mengembangkan talenta, dan belajar hidup dalam persaudaraan," tegas Deasy.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang, gereja, dan komunitas.

"Pada tahun 1928, para pemuda berani melampaui perbedaan untuk membangun persatuan bangsa. Hari ini, semangat itu kita hidupkan di Kabupaten Kupang. Di lapangan futsal, anak-anak muda boleh berbeda tim, berbeda gereja, bahkan berbeda denominasi, tetapi mereka tetap bersaudara. Kita boleh bersaing memperebutkan kemenangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan," ujarnya.

Deasy menambahkan bahwa GAMKI ingin terus mendorong gereja menjadi ruang yang ramah bagi generasi muda, termasuk melalui kegiatan olahraga yang sehat, kreatif, dan membangun disiplin.

"Gereja tidak boleh kehilangan anak-anak mudanya hanya karena kita kekurangan ruang untuk mendengar, mendampingi, dan mengembangkan mereka. Lapangan olahraga juga bisa menjadi ruang pendidikan karakter, tempat anak muda belajar tentang kejujuran, kerja keras, solidaritas, dan penghargaan terhadap sesama," tambahnya.

Selain pertandingan futsal, panitia juga menyelenggarakan lomba tarian daerah Bosan Halan yang melibatkan kelompok-kelompok dari berbagai gereja.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas generasi muda yang mencintai tradisi dan warisan leluhurnya.

Panitia juga memberikan ruang bagi warga jemaat dan pelaku usaha kecil untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.

Menurut Deasy, aspek pemberdayaan ekonomi ini merupakan bagian penting dari kolaborasi GAMKI dan gereja.

"Kita ingin kegiatan pemuda juga membawa manfaat ekonomi bagi keluarga. Ketika anak-anak muda bertanding, para mama dan keluarga jemaat mendapat kesempatan berjualan. Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.

Tidak berhenti pada kegiatan olahraga dan budaya, panitia juga merencanakan seminar mengenai hak waris anak perempuan setelah rangkaian pertandingan.

Deasy menilai seminar tersebut penting untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang hak-hak perempuan, kesetaraan, dan keadilan dalam kehidupan keluarga.

"Perempuan dan anak perempuan harus memperoleh ruang yang adil untuk didengar dan dihargai hak-haknya. Kita ingin membangun keluarga Kristen yang bukan hanya kuat dalam iman dan kasih, tetapi juga adil dalam memperlakukan setiap anggota keluarga. Persoalan hak waris anak perempuan perlu dibicarakan secara terbuka, bijaksana, dan dengan pemahaman hukum yang benar," ungkapnya.

Menurut Deasy, pembinaan generasi muda tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun keluarga yang sehat, menghormati martabat perempuan, dan melindungi hak anak.

"Iman Kristen mengajarkan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Karena itu, anak perempuan tidak boleh dipandang lebih rendah hanya karena jenis kelaminnya. Keluarga harus menjadi tempat pertama di mana keadilan, kasih, dan penghormatan terhadap martabat manusia dipraktikkan," lanjutnya.

Kegiatan ini juga akan dihadiri Ketua DPD GAMKI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Winston Neil Rondo, S.Pt., yang dijadwalkan memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta serta seluruh panitia.

Kehadiran pimpinan DPD GAMKI NTT tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan kolaborasi DPC GAMKI Kabupaten Kupang dengan jemaat-jemaat gereja dan komunitas pemuda di tingkat lokal.

Deasy menyampaikan apresiasi atas dukungan DPD GAMKI NTT dalam mendorong cabang-cabang GAMKI mengembangkan program yang konkret, kreatif, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin GAMKI Kabupaten Kupang hadir dan bekerja bersama gereja, bukan sekadar datang membawa nama organisasi. Kami ingin membangun gerakan yang menyentuh kehidupan anak muda, keluarga, dan masyarakat. Dukungan Ketua DPD GAMKI NTT tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pelayanan yang berdampak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan jemaat-jemaat gereja merupakan salah satu pendekatan strategis GAMKI untuk memperluas jangkauan pelayanan pemuda hingga ke komunitas-komunitas lokal.

Sementara itu, Sekretaris DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Edo Kasmetan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama organisasi kepemudaan dan gereja dalam menghadirkan ruang aktivitas positif bagi masyarakat.

Kolaborasi ini melibatkan Ketua Panitia Mikjen Tulle, Sekretaris Panitia Willy David Doko Ha'e, serta dukungan Ketua Majelis Jemaat GMIT Elim Naibonat, Pdt. Erens Fanggidae, S.Th.

Edo berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring kerja sama antara GAMKI, gereja, komunitas olahraga, dan masyarakat Kabupaten Kupang.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi yang memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berprestasi, dan melayani masyarakat. GAMKI ingin menjadi mitra gereja dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan yang relevan dengan kebutuhan pemuda dan keluarga," ujarnya.

Menurut Edo, keberagaman peserta, termasuk keterlibatan pemuda dari berbagai denominasi gereja, menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun solidaritas dan semangat persaudaraan.

"Pertandingan boleh menghasilkan juara dan yang belum berhasil menjadi juara. Tetapi dalam persaudaraan, semua peserta harus pulang sebagai pemenang karena mendapatkan pengalaman, persahabatan, dan semangat baru untuk terus berkembang," tambahnya.

Menutup keterangannya, Deasy M.C. Ballo-Foeh menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan Bulan Keluarga harus menjadi momentum membangun generasi yang tangguh sekaligus keluarga yang kuat.

"Kita tidak bisa membangun gereja yang kuat tanpa pemuda yang bertumbuh. Kita tidak bisa membangun masyarakat yang tangguh tanpa keluarga yang kokoh. Dan kita tidak bisa membangun masa depan Kabupaten Kupang tanpa memberi kesempatan kepada generasi mudanya untuk berkembang," tegasnya.

Deasy juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan turnamen sebagai kesempatan memperlihatkan karakter pemuda yang sportif, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

"Kemenangan sejati bukan hanya ketika kita berhasil mencetak gol lebih banyak, tetapi ketika kita mampu mengalahkan ego, menghormati lawan, dan membangun persahabatan yang bertahan jauh setelah pertandingan berakhir."

"Karena itu, mari kita jadikan olahraga sebagai ruang persaudaraan, budaya sebagai akar identitas, keluarga sebagai tempat bertumbuh, dan iman sebagai dasar pengabdian. Pemuda bergerak, gereja bertumbuh, keluarga tangguh, Kabupaten Kupang maju!" pungkas Deasy.(*).


Komentar

Tampilkan

  • GAMKI Kabupaten Kupang & GMIT Elim Naibonat Gelar Turnamen Futsal, Satukan Pemuda Lintas Gereja dalam Semangat Persaudaraan
  • 0

Terkini

Ads

float