Iklan

Politik

IMAN Kupang: Persoalan di SD GMIT Oesusu Harus Diperbaiki, Bukan Dihakimi

, Oktober 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T05:03:33Z

BERITA-CENDANA.COM-  KUPANG,- Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik menyusul terjadinya persoalan yang melibatkan seorang guru, siswa, serta orang tua siswa di SD GMIT Oesusu, Desa Kuale’u. Menanggapi hal tersebut, Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang mengeluarkan pandangan mengenai penanganan masalah agar tetap mengedepankan keutuhan pendidikan.

Ketua Umum IMAN Kupang, Deki Selan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang nyaman, aman, dan interaktif bagi semua pihak,  baik pendidik maupun peserta didik dalam menjalankan proses pembelajaran.

"Sekolah semestinya menjadi tempat yang nyaman bagi guru dan siswa dalam menjalankan proses pembelajaran”.

Deki mengingatkan kembali gagasan Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan anak tumbuh dan dibentuk melalui tiga lingkungan utama, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ketiga elemen ini berfungsi sebagai fondasi yang saling menguatkan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Apabila muncul persoalan yang menyimpang dalam lingkungan pendidikan, lanjut Deki, langkah yang tepat adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan langsung menghakimi.

"Persoalan ini tidak boleh selesai hanya dengan menghukum pelaku. Yang lebih utama adalah memperbaiki retaknya hubungan dan komunikasi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat," tegasnya.

Menurut Deki, penyelesaian masalah harus ditempuh melalui pendekatan ekologis (sistemik) serta pendekatan keadilan pemulihan / restorative justice dengan melibatkan manajemen Tri Pusat Pendidikan. Pendekatan ini memandang bahwa setiap persoalan di lingkungan pendidikan berkaitan satu sama lain, sehingga pemulihan juga dilakukan secara menyeluruh.

Jika persoalan diselesaikan dengan cara yang tepat dan bijaksana, Deki meyakini akan lahir hal-hal positif yang dapat dipetik oleh para siswa, antara lain.  Siswa tidak tumbuh menjadi pribadi yang membenci guru, melainkan pribadi yang pemaaf. Setiap masalah diselesaikan melalui diskusi dan pencarian jalan keluar, demi menciptakan suasana yang kondusif. Penyelesaian masalah dengan musyawarah akan membawa keharmonisan kembali di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

IMAN Kupang berharap, penyelesaian persoalan di SD GMIT Oesusu dapat menjadi teladan bahwa pendidikan bukan sekadar soal mengajar pelajaran, melainkan juga membentuk karakter dan membangun kembali hubungan yang terjalin.(*).


Komentar

Tampilkan

  • IMAN Kupang: Persoalan di SD GMIT Oesusu Harus Diperbaiki, Bukan Dihakimi
  • 0

Terkini

Ads

float