Iklan

Politik

Kupang Berair: Pemkot Kupang dan PLAN International Dorong Konservasi Air Tanah Melalui Biopori

, Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T14:15:05Z

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Pemerintah Kota Kupang melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., menegaskan pentingnya mengubah komitmen bersama menjadi aksi nyata di lapangan, terutama dalam upaya konservasi air tanah dan pengelolaan lahan berkelanjutan.

 Pernyataan itu disampaikan saat Workshop Membangun Komitmen Bersama untuk Aksi Implementasi Konservasi Air Tanah, yang digelar oleh PLAN International Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Rabu (30/9/2026).

Workshop tersebut menjadi langkah awal penguatan program “Kupang Berair”  Bersatu Rawat Air dan Tanah, yang diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dari tingkat terkecil hingga seluruh wilayah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Ignasius Repelita Lega menekankan bahwa diskusi dan komitmen dalam workshop harus diikuti dengan implementasi nyata.

“Ini workshop tentang komitmen. Komitmen bukan sekadar berbicara di sini, tetapi harus ada implementasinya di luar.”

Menurutnya, kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dan PLAN International Indonesia telah berlangsung selama empat tahun, dan saat ini memasuki tahun pertama implementasi program Cerdas Kelola Air dan Lahan Berkelanjutan (CERAH). Program ini ditujukan untuk mendorong pengelolaan sumber daya air dan lahan yang inklusif, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Salah satu bentuk aksi nyata yang langsung diperagakan adalah pemasangan biopori di lingkungan Rumah Jabatan Walikota Kupang. Sebanyak enam titik biopori mulai dibuat sebagai simbol dimulainya gerakan konservasi air tanah di lingkungan pemerintahan. Ignasius sendiri turut melakukan penanaman biopori untuk menandai bahwa upaya ini harus dimulai dari lingkungan terdekat.

Biopori, Langkah Sederhana yang Dapat Menjadi Kebiasaan Baru

Biopori adalah lubang silinder vertikal yang dibuat di dalam tanah untuk meningkatkan daya resap air hujan, sekaligus membantu pengelolaan sampah organik. Langkah ini dianggap sederhana, namun memiliki dampak penting dalam menjaga ketersediaan air tanah, mengurangi genangan air, dan mendukung upaya pengendalian banjir serta longsor.

Ignasius berharap praktik konservasi air tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga berkembang di seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, RT/RW, kelompok perempuan, anak muda, lembaga keagamaan, hingga komunitas lain.

“Kami berharap surat edaran tentang konservasi air tidak berhenti sebagai dokumen administrasi. Kami minta para camat dan lurah menjadi penggerak di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konservasi air merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama agar gerakan ini tidak berhenti sebagai program pemerintah semata.

Gerakan Kupang Berair Libatkan Semua Elemen Masyarakat

Sementara itu, Safeguarding Advisor sekaligus National Child Protection Advisor PLAN International Indonesia, Sigit Wacono, menjelaskan bahwa gerakan Kupang Berair tidak hanya fokus pada konservasi air dan tanah, tetapi juga bertujuan mendukung pengendalian banjir dan longsor, serta menjaga keberlanjutan sumber daya air dan lahan di Kota Kupang.

Melalui program CERAH, PLAN International Indonesia mendorong pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan inklusif, dengan melibatkan perempuan, anak, kaum muda, masyarakat, kelompok disabilitas, dan kelompok rentan dalam proses perencanaan maupun aksi konservasi di lapangan.

Gerakan ini juga telah menunjukkan contoh nyata di lingkungan lembaga keagamaan. Pendeta Margaritha Heo Uly dari GMIT Betlehem Penkase Oeleta menyampaikan bahwa pihak gereja bersama jemaat telah membuat sebanyak 27 biopori dari total 60 kepala keluarga yang terlibat. Praktik ini menjadi bukti bahwa konservasi air dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dan dikembangkan menjadi gerakan bersama.

Seluruh 51 Kelurahan Kota Kupang Diharapkan Terlibat

Pemerintah Kota Kupang berencana memantau implementasi konservasi air di tingkat kecamatan dan kelurahan secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan komitmen yang telah dibangun dalam workshop benar-benar bergerak menjadi aksi nyata di lapangan.

Dengan adanya program ini, Kupang Berair diharapkan dapat menjadi gerakan warga yang luas, tidak hanya melindungi ketersediaan air tanah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa air dan tanah adalah aset bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.(*).

 


Komentar

Tampilkan

  • Kupang Berair: Pemkot Kupang dan PLAN International Dorong Konservasi Air Tanah Melalui Biopori
  • 0

Terkini

Ads

float