Iklan

Politik

Lima Mata Jemaat Wilayah Meusin Rayakan HUT GMIT ke‑79, HUT Reformasi ke‑509 dan Penutupan Bulan Keluarga 2026

, Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T12:16:22Z

Berita‑Cendana.Com – Boking – Dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan dan rasa syukur, lima Mata Jemaat di Wilayah Meusin menggelar Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke‑79, HUT Gerakan Reformasi ke‑509, sekaligus Penutupan Bulan Keluarga Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di T’Opan Jemaat Betel Tuanuna, Klasis Amanatun Timur, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kelima Mata Jemaat yang turut berpartisipasi ialah Jemaat Maranatha Aiboni, Jemaat Sukot Oekaem, Jemaat Musafir Nifu Ue, Jemaat Diakonia Tuameta, dan Jemaat Betel Tuanuna. Kehadiran jemaat dari berbagai wilayah ini menjadi wujud nyata persekutuan umat Tuhan di tengah bumi Flobamora.

Perayaan berlangsung istimewa karena digelar di bawah pepohonan asam yang rindang. Tempat yang sederhana namun teduh itu menjadi saksi kebersamaan umat dalam mengenang perjalanan sejarah GMIT dan gerakan Reformasi.

Ibadah Syukur mengambil firman Tuhan dari Mazmur 77:1‑21 dengan tema: “Mengingat Karya Tuhan, Bersyukur dan Menyembuhkan Luka.” Melalui firman tersebut, jemaat diajak untuk mengingat kesetiaan Tuhan sepanjang masa, mensyukuri pertolongan‑Nya di tengah pergumulan kehidupan, serta menemukan penghiburan dan kekuatan di dalam iman.

Tema ini mengajak umat untuk melihat masa lalu dengan iman, mensyukuri penyertaan Tuhan pada masa kini, serta membangun pengharapan bagi masa depan. Dengan demikian, peringatan HUT GMIT dan Reformasi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum pembaruan iman dan semangat pelayanan.

Suasana ibadah semakin semarak melalui persembahan pujian dari Vokal Grup dan Paduan Suara yang berasal dari jemaat masing‑masing. Persembahan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus bukti keterlibatan umat dalam melayani Tuhan melalui talenta yang dianugerahkan.

Dalam rangka penutupan Bulan Keluarga Tahun 2026, jemaat juga diingatkan bahwa keluarga merupakan fondasi penting kehidupan bergereja. Melalui keluarga, iman ditanamkan, kasih dipelihara, dan nilai‑nilai Kristiani diwariskan kepada generasi penerus.

Kebersamaan di bawah pohon‑pohon asam itu menjadi gambaran bahwa Gereja bukan hanya gedung dan bangunan, melainkan persekutuan orang‑orang percaya yang hidup dalam kasih, saling mendukung, dan berjalan bersama dalam iman. (Penulis: Jho Kase)

 



Komentar

Tampilkan

  • Lima Mata Jemaat Wilayah Meusin Rayakan HUT GMIT ke‑79, HUT Reformasi ke‑509 dan Penutupan Bulan Keluarga 2026
  • 0

Terkini

Ads

float