Iklan

Politik

SD Inpres Klone Capai 50 Persen Pembangunan, Target Selesai Lebih Cepat

, Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T01:17:06Z

Berita-Cendana.Com- Com-Amanatun Selatan,-  Semangat membangun pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tampak nyata di SD Inpres Klone, Desa Nunleu, Kecamatan Amanatun Selatan. Sekolah ini menerima bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2026, dengan total dana sebesar Rp. 682.913.594,00 (Enam Ratus Delapan Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Tiga Belas Ribu Lima Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah) yang bersumber dari APBN 2026.

Dana bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Kemajuan pekerjaan ini juga dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, serta Pemerintah Pusat, jelas Kepala Sekolah, Melkisedek Saekoko.

Hingga pertengahan Oktober 2026, pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan di SD Inpres Klone telah mencapai 50 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SD Inpres Klone, Melkisedek Saekoko, S.Pd. Gr., saat ditemui awak media di lokasi kegiatan pada Rabu, 14 Oktober 2026.

" Berkat Tuhan, pekerjaan berjalan lancar dan kini telah menembus angka 50 persen. Kami sangat bersyukur karena proses pembangunan berjalan sesuai rencana, bahkan diproyeksikan dapat selesai lebih awal dari batas waktu yang ditetapkan."

Pekerjaan ini mencakup rehabilitasi 5 ruang kelas beserta pembangunan 2 unit kamar mandi/WC sehat. Dengan pendekatan "sistem rehab tapi bangun baru", dua ruangan akan dibangun kembali secara baru, sementara dua  ruangan lainnya menjalani rehabilitasi menyeluruh.

Secara kontrak, pelaksanaan pembangunan memiliki waktu 150 hari kalender, terhitung sejak September 2026 dan direncanakan selesai pada 30 Januari 2027. Namun, pelaksana pekerjaan menegaskan bahwa target disempitkan menjadi 100 hari kerja agar pembangunan dapat selesai lebih cepat dan dapat segera dimanfaatkan siswa.

Delapan orang tukang ditempatkan di lokasi, terbagi menjadi 4 orang untuk pembangunan 2 ruangan baru, dan 4 orang lainnya menangani rehabilitasi 3 ruangan yang sudah ada.

Alexander Tampani, perwakilan pelaksana pekerjaan, menyampaikan. "Kerja kami akan selesai lebih awal dari jadwal. Semua bergerak dengan semangat agar anak-anak Klone segera memiliki ruang belajar yang layak, aman, dan nyaman."

Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Baik. Pembangunan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan melibatkan pengawasan masyarakat setempat. Dana APBN 2026 ini diharapkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata: dinding yang kokoh, lantai yang rata, atap yang tidak bocor, serta sarana sanitasi yang sehat dan layak bagi anak-anak di wilayah Amanatun Selatan.

Melkisedek Saekoko menambahkan, kehadiran negara melalui program revitalisasi ini bukan sekadar tentang bangunan fisik, tetapi tentang masa depan anak-anak di daerah terpencil.

"Anak-anak berhak belajar di ruangan yang nyaman. Ketika sekolah baik, semangat belajar mereka juga tumbuh. Inilah investasi terbaik untuk generasi Nunleu dan Amanatun Selatan."

Saat ini pekerjaan terus berjalan dengan harapan pada awal tahun 2027, SD Inpres Klone dapat berdiri lebih gagah dan siap menyambut para siswa di lingkungan belajar yang jauh lebih baik dari sebelumnya.(*).

 

 

 


Komentar

Tampilkan

  • SD Inpres Klone Capai 50 Persen Pembangunan, Target Selesai Lebih Cepat
  • 0

Terkini

Ads

float