PMI NTT Zona II Siap Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana di Kota Kupang.



Berita-Cendana.com- Kupang,-Palang Merah Indonesia Zona II Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan menggelar Pelatihan dan Lomba Tanggap Darurat Bencana di Kota Kupang.

Hal tersebut diinformasikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat Musyawarah Daerah PMI tingkat NTT  Tahun 2019 di Aula Camplong, Hotel Swiss-Belinn Kristal. Sabtu, (07/12/2019) siang.

Sesuai pantauan media ini, selaku Ketua PMI Kota Kupang, dr.Herman menyampaikan rencana kerja Tahun 2020, Zona II PMI NTT perlu melaksanakan pelatihan penanganan korban bencana Tsunami, Gempa bumi, Angin Puting beliung dan Tornado. “Oleh karena itu saya mau mengajak seluruh pengurus PMI Zona II NTT, sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan cara menyikapi pertolongan awal kedaduratan apabila ada bencana alam, Saya akan membuat skenario praktek dari kegiatan ini,” katanya.

Ia menambahakan, kegiatan tersebut akan memberikan pembaharuan dalam hal peningkatan kualitas PMI di Zona II yang terdiri dari Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua dan Alor.

Di mana menurutnya, penting sekali bagi PMI dari empat daerah itu untuk menguasai konteks penanganan kedaruratan bencana. Pasalnya dalam setiap tahun selalu terjadi bencana alam yang mengakibatkan adanya korban.

“Kita nanti akan melakukan pelatihan bagaimana menggunakan Tenda Platon, itu nanti kita minta Polisi dan TNI untuk memberikan pelatihan dengan petunjuk teknis, dasarnya adalah Palang merah Indonesia, tidak semuanya Militer murni,” ungkap Herman.

Ia melanjutkan bahwa,  sebagai presentasi dari pelatihan itu akan dilakukan perlombaan penanganan korban, dengan penilaian pada setiap aspek tindakan, oleh tim penilai dari lembaga yang telah  bekerja sama. Oleh karena itu PMI Kota Kupang akan mempersiapkan seluruh kebutuhan dan Fasilitas pendukung yang akan dipergunakan dalam ivent tersebut.

“Kami akan berupaya agar semua alat yang dipergunakan sesuai standar operasinya, Saya jujur akan kami siapkan dana untuk hal-hal tertentu, kalau transport beda, untuk penginapan hotel tidak, karena kita mempergunakan tenda, tinggal dicari bagaimana WC umumnya, airnya disiapkan. Untuk Konsumsi kami siapkan kebutuhan beras selam 3 hari kegiatan, dan lauknya tinggal kita secara bersama cari sendiri, alat dapurnya nanti kita gunakan dari Dinas Sosial Kota Kupang,” jelasnya.

Herman juga menyampaikan ivent tersebut direncanakan pada Bulan September 2020, dikarenakan akan ada perubahan anggaran bagi kebutuhan PMI, sehingga bisa diperuntuhkan bagi pembiayaan demi melancarkan gelaran itu.

“Sehingga teman dari Daerah lain, untuk mengutus 20 peserta yang benar-benar berkualitas dan mau mengikuti kegiatan ini dengan baik. Saya mau palang merah ini benar-benar berdiri dengan peran yang sesungguhnya, karena sudah cukup lama PMI ini berdiri di Indonesia dalam menjalankan visinya sebagai gerakan kepedulian kemanusiaan sejak Kemerdekaan Indonesia, “ harap Wawali Kota Kasih yang smart ini.

Yulius Tamonob

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot