Cosmas Lana, Perspektif Natal Adalah Pengorbanan





Beritacendana.com- Kupang,- NTT-Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang menjadi tema Natal 2019. Tema itu relevan dengan dinamika perjalanan Kehidupan manusia millenial zaman ini.

Natal Generasi Penggerak Amanat Agung Nusa Tenggara Timur (GPAA NTT), terlaksana di Aula Politeknik Negeri Kupang Penfui Jumat, 24/01/2020. Di hadiri oleh Mahasiswa/i dan orang tua sekitar 500 orang.

Dalam Kotbha Pendeta Yandi Manobe, S.Th, Natal adalah tuntunan untuk berjumpa dengan Kristus. Maka kita Menjadi Sahabat bagi Semua Orang.Tuntunan harus diikuti dengan tuntutan masa kini, karena kita hidup manusia tidak keluar dari tuntutan hari ini.

Lanjutnya, Hidup itu harus bersahabat dengan semua orang. Orang yang iri hati adalah orang yang belum tuntas dalam hidupnya, orang yang iri hati selalu senang melihat orang yang susah dan susah sekali melihat orang senang" kata Pendeta Yandi.

Sambutan dari Ketua GPAA NTT, Danial Lanfai S.H, adalah perkumpulan dari berbagai Kampus untuk membekali diri untuk berkarakter dan mempunyai komitmen dalam bidang pelayanan.

Lanjut Ketua, Natal bukan menjadi tontonan tetapi kami mau menjadi tuntunan bagi semua orang atau bagi mahasiswa yang tergabung dalam GPAA NTT dan yang belum bergabung. Kami juga tetap mengajak  seluruh mahasiswa untuk bergabung bersama kami.

"Kami tetap menjadi lilin, yang relah hancur untuk menerangi semua orang. Hati kami selalu bersedia untuk melayani dan menerima semua orang". Jelas Danial Lanfai.

Sambutan Pembinaan GPAA NTT, Yeheskial Lanmai, S.Sos. MM. Kami sudah bermitra dengan 11 Kampus di Kota Kupang. Kami tahu bahwa Kota Kupang adalah Kota Kasih maka kami  mau untuk mahasiswa menjadi mahasiswa yang berkarakter agar ketika sarjana bisa berguna dan melayani hal kasih kepada masyarakat.

Mitra LPMI NTT Umbu Dawa, jangan menjadikan wadah ini sebagai persinggahan tetapi harus menjadikan penggerak budi, penggerak aklak untuk kehidupan selamanya. "Kalau kita memberi dengan tangan kanan jangan memberi tangan kiri artinya bahwa kita memberi jangan memberitahu orang lain".

Jika kita menjadi sahabat maka mari kita saling peduli dengan sesama, kita harus mampu memaknai apa yang kita peroleh setiap hari, itu semua adalah pemberian Tuhan maka kita menyukurinya. Lakukanlah yang baik dan jauhkan yang Jahat" jelas Umbu Dawa.

Mewakili Gubernur NTT Asisten III,  Cosmas D Lana, S.H. M.Si, Perspektif Natal kita harus maknai, yaitu pengorbanan, dalam artian kita meninggalkan manusia lama yang malas, tidak jujur, yang selalu membuat onar di mana-mana. Maka adanya Natal ayo... kita tinggalkan dan mari kita bersahabat.

"Dalam perspektif Pemerintahan, kita harus berpikir dan bertindak dari luar kebiasaan" berpikir dan bertindak yang luar biasa, bukan biasa-biasa".

Yulius Tamonob






0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot