IMAN Kupang, Refleksi Mingguan dalam Kehidupan Mahasiswa

 

Berita-Cendana.Com-Kupang,- Ibadat Mingguan Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang, sebagai refleksi kehidupan dalam dunia Mahasiswa dan aktivis. Kegiatan tersebut pada hari Jumat, 11/06/2021 di Sekretariat IMAN Kupang di Kelurahan Naimata. 


Pemimpin Ibadah, Yohana Nenomnanu dengan Firman yang terambil dari Amsal 16 : 32 (orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota).  Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Amsal 16:32). Dengan Tema: "MENJADI PEMUDA-PEMUDI YANG SABAR".


Jika berbicara tentang sabar, kadang-kala muncul beberapa kesan dalam kehidupan kita, apalagi melihat kehidupan bermasyarakat. Disatu sisi sebagai pemuda-pemudi kita merasa bahwa kesabaran tidak akan membawa keberuntungan dalam kehidupan kita. Itu sebabnya sering kejadian hal-hal sepele, masalah-masalah yang sepele mengakibatkan nyawa orang yang melayat hanya karena rasa cemburu, rasa ego yang tinggi bahkan menyakiti orang lain. Tanpa melakukan bahwa apa yang ia lakukan mengakibatkan hal yang sangat fatal. 


Sementara disisi lain sebagai pemuda-pemudi kita melihat bahwa bagaimana orang yang sabar mengatasi sikap persoalan hidup dan buka untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain. Ada sebuah kata kuno yang mengatakan " lebih mudah menangkap lalat dengan madu daripada menangkap lalat dengan lidi yang artinya adalah lebih mudah kita mengatasi persoalan dengan kesabaran daripada kekerasan atau kemarahan. 


Namun yang dilakukan oleh pemuda-pemudi sekarang ini adalah banyak sekali yang ketika mengalami persoalan hidup, masalah atau konflik mengambil jalan yaitu : mengajak masalah dengan marah-marah dan juga kekerasan, Tanpa menyadari bahwa jalan yang dia ambil itu adalah salah.


 Oleh karena itu, marilah kita menjadi pemuda-pemudi yang sabar dalam segala hal. Apa lagi kita yang masih kuliah sekarang ini, tentu persoalan, konflik, dan tantangan hidup yang datang silli berganti. Misalnya kita sebagai mahasiswa ada yang sudah dalam tugas akhir.

 

 Ketika mengalami konsultasi para dosen, susah ketemu dosen dan lain sebagainya. Atau kita juga, yang sementara ini dalam proses perkuliahan terkhususnya kita mengalami ujian. 

 

"Tugas yang diberikan oleh setiap dosen begitu banyak. Atau juga kebutuhan kita sebagai anak kos, kadang-kadang kita mengeluh kalau sudah terlambat uang kos kita belum bayar, terus mama kos sudah datang dan tagih terus-terus untuk bayar, namun orang tua belum kirim uang. Begitu juga kebutuhan makan, minum dan lain-lain".


 "Kadang-kalah kita merasa bahwa kita lelah, capai, bosan, ragu, dan bahkan kita tidak percaya diri. Untuk keluar dari masalah atau konflik tersebut adalah sabar. Mengapa demikian, karena sabar adalah kunci dari keberhasilan". 

 

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, oleh karena itu marilah kita sabar dan nikmatilah kehidupanmu dan percayalah bahwa dibalik kesabaran mu ada kabar terindah yang Tuhan siapkan untukmu.


 Walaupun menjadi pemuda-pemudi yang sabar itu tidak mudah dan tidak gampang untuk dijalani. Jika demikian hanya marilah berkomitmen untuk sabar dan memulainya dari diri sendiri untuk pribadimu dan bukan untuk orang lain. 


Pahitmu pada hari ini adalah tawamu esok hari oleh karena itu, jalanilah kehidupanmu sebaik mungkin dan percayalah bahwa bahagiamu sedang dibentuk.


Hadir pada momentum itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Amatun (IMAN) Kupang, Melki Edison Otu beserta Anggota aktif Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang.


Penulis: Joy Missa.

Editor: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot