Relokasi Pasar Dianggap Tidak Matang Dalam Perencanaan, Mahasiswa Protes

Berita-Cendana.com- Kalabahi,-  Gerakan Mahasiswa Peduli Perdagangan Alor Menggelar Aksi Damai memprotes kebijakan Pemerintah Alor terkait Relokasi Pasar yang dianggap tidak memiliki perencanaan matang sehingga menimbulkan berbagai persoalan.


Demikian disampaikan oleh Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto SH., S.I.K,. MH kepada media ini pada hari Jumat, 11/06/2020.


Massa aksi juga mempertanyakan anggaran Rp 900.000.000., yang dialokasikan Pemda Alor untuk pembangunan lapak para pedagang akibat  relokasi dari pasar Kadelang ke Pasar Inpres Lipa, Polres Alor menerjunkan puluhan Personilnya untuk mengawal dan mengamankan aksi tersebut, pada hari Kamis, 10/06/2021.


 Gerakan Mahasiswa Peduli Perdagangan Alor yang berjumlah kurang lebih  30 orang memulai aksinya dari Lapangan Mini Kalabahi dengan berjalan kaki /longmarch ke kantor Dinas Perhubungan Kab Alor. Setelah melakukan orasi massa aksi ditemui oleh Kadis Perdagangan Kab. Alor Ir. Joseph E. Malailosa - Kantor DPRD Kab. Alor - Kantor Bupati Alor  selanjutnya massa aksi melanjutkan aksinya menuju Kantor Dinas Perdagangan.


Sesampainya di kantor Dinas Perdagangan massa aksi kembali melakukan orasi setelah selesai berorasi Perwakilan massa aksi diterima oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Alyos Wakano untuk melakukan Dialog tatap muka dan membacakan serta menyerahkan pernyataan Sikapnya. Terangnya.


 Situasi yang awalnya kondusif berubah kisruh akibatkan beberapa mahasiswa yang tidak terima dengan penjelasan Sekretaris Dinas Perdagangan Kab. Alor saat Masa aksi mempertanyakan kebenaran Anggaran 900 Juta untuk pembangunan lokasi Pasar sementara untuk pedagang pasar Kadelang yang dianggap berbeda dengan penyampaian DPRD Kab. Alor oleh karena itu masa aksi memaksa untuk menyegel kantor Dinas Perdagangan akibatnya personil Polres Alor yang saat itu sedang mengamankan aksi demo tersebut mencoba menenangkan massa hingga massa pendemo dari gabungan mahasiswa Alor tersebut dapat di tenangkan dan melanjutkan aksi demonya menuju Kantor Bupati Kab. Alor 

Sekitar pukul 13.50 wita massa aksi yang dilakukan Gabungan Mahasiswa Alor sampai di Kantor Bupati Kab. Alor dan melakukan orasi hingga akhirnya perwakilan massa aksi diterima oleh Asisten II Kab. Alor Drs. Dominggus Asadama, didampingi oleh Asisten III Kab. Alor Melkisedek Belli, St dan menyampaikan bahwa Bupati Alor Drs. Amon Djobo tidak berada di tempat mendengar hal tersebut massa pendemo  tidak terima dan meminta menerobos masuk untuk menggeledah Kantor Bupati Alor dan memastikan bahwa Bupati Alor tidak berada di tempat, akibat tindakan massa aksi, Personil Polres Alor dan Pol PP yang melaksanakan pengamanan dan pengawalan Aksi Demo tersebut  tidak mengizinkan para pendemo yang mencoba memaksa masuk, hingga menyebabkan situasi memanas akibatnya terjadi saling dorong antara massa aksi dengan petugas yang melaksanakan pengamanan aksi damai itu.


Lanjutnya, hingga akhirnya  salah seorang oknum pendemo mencoba memprovokasi keadaan dengan cara  melakukan pelemparan dos air mineral  ke arah Personil Polres Alor dan Pol PP yang melaksanakan pengamanan akibat tindakan yang dilakukan massa aksi tersebut  akhirnya petugas yang melaksanakan pengamanan mengamankan 3 orang pendemo yang dianggap sebagai provokator yang menyebabkan aksi demo tersebut kisruh dan langsung menggelandang ke Polres Alor untuk diamankan, akibat hal tersebut massa pendemo lainnya tidak terima dan langsung bertolak menuju Polres Alor untuk meminta beberapa massa aksi  yang diamankan personil Polres Alor bisa dibebaskan.


Sesampai Massa aksi di depan Mako Polres Alor langsung disambut oleh Waka Polres Alor KOMPOL Pieter M. Johannis dengan mempersilakan perwakilan massa aksi untuk berdialog dengan Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas,S.I.K. di ruang kerjanya setelah selesai berdialog akhirnya 3 orang massa aksi yang diamankan dipulangkan dan massa aksi pun membubarkan diri .

Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas,S.I.K. yang ditemui di ruang kerjanya.


 Setelah selesai berdialog dengan perwakilan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Peduli Perdagangan Alor menyampaikan bahwa  “dalam setiap pengamanan aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan kepolisian selain kami mengawal dan mengamankan para peserta aksi kami juga bertanggung jawab untuk mengamankan sasaran aksi baik orang, barang dan gedung. sehingga apabila ada pihak-pihak yang berupaya melakukan tindakan- tindakan  yang mengarah kepada tindakan anarkis ataupun pidana, kami melakukan tindakan tegas dan terukur” tutupnya.


"Situasi aman terkendali bang

Kalo gak diamankan beberapa peserta aksi tersebut maka aksi dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang ingin mengacaukan situasi". Jelas Anggota Polisi di TKP.


"Saya sampaikan kepada mereka, siapa yang bisa menjamin jika kalian diizinkan masuk tidak melakukan tindakan anarkis atau ada orang lain diluar kalian yang memanfaatkan situasi melakukan tindakan anarkis seperti pengrusakan, pemukulan dan kemudian melimpahkan kesalahan kepada kalian terutama para korlap sehingga justru kalian lah yang harus berhadapan hukum. Jadi tindakan tegas dan terukur yang kami lakukan justru untuk melindungi kalian sehingga penyampaian aspirasi yang kalian lakukan tidak dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab". Tegasnya.


"Kalian adek-adek saya, (kalian adalah adik-adik saya-red. kita sering sama2 diskusi,  kita sering berdiskusi bersama-red), jadi kami tidak mau kalian yang jadi korban sementara orang di belakang tepuk tangan".  Katanya.


"Setelah diskusi dan penjelasan tersebut, mereka memahami dan berterima kasih bahwa selama ini bersama Kapolres selalu bisa duduk bersama berdiskusi". Jelas Kapolres Alor.(***).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot