Pius Nobe: PRIMA Itu Rakyat Biasa

Berita-Cendana.com- Lembata,- Salah satu politisi muda asal Kabupaten Lembata, Bung Pius Apenobe mengatakan bahwa Partai PRIMA adalah partainya rakyat biasa. Partai yang lahir dari perjuangan rakyat biasa, seperti buruh, tani, mahasiswa, nelayan, kaum miskin kota, pedagang kaki lima, dan semua rakyat yang selama ini tertindas oleh kaum oligarki.


Demikian disampaikan oleh Pius Nobe kepada media di rumahnya pada hari Selasa, 11/12/2021.


Saat ditemui di rumahnya, OPA, sapaan keseharian Bung Pius menjelaskan mengenai perjuangan Partai PRIMA. "PRIMA bukanlah partai milik si A atau si B yang merupakan golongan orang-orang kaya. PRIMA merupakan partai yang lahir dari perjuangan kaum tertindas, kaum yang selalu diperbudak di negeri sendiri. PRIMA adalah partainya rakyat biasa. Buruh, petani, nelayan, mahasiswa, PKL, kaum miskin kota, serta semua anak negeri yang selama ini berjuang menegakan keadilan di negeri ini, jelas OPA.


Lebih lanjut OPA mengatakan bahwa kehadiran PRIMA menjadikan rakyat biasa untuk terlibat langsung dalam politik. "Rakyat tidak perlu lagi hanya menjadi penonton untuk melihat orang kaya berpolitik. Rakyat tidak lagi hanya menjadi tempat bisnis suara, yang hanya dibayar saat dibutuhkan. Rakyat perlu bangkit dan berjuang bersama untuk kesejahteraan sendiri. Tidak lagi terus dipolitisir pada politik penokohan yang sampai hari ini hampir sebagian besar tokoh politik yang berkuasa adalah kaum oligarki dan titipannya. Sehingga, sudah saatnya rakyat sadar dan berjuang bersama PRIMA untuk menang di 2024, tegas OPA.


Ketika ditanya tentang mengapa memilih PRIMA sebagai kendaraan politik, OPA menjelaskan bahwa PRIMA adalah kendaraan politik yang paling benar dan sesuai dengan ideologi perjuangannya selamanya ini, yakni kesejahteraan rakyat. "Ketika sistem pemerintah sudah dirasuki oleh kepentingan oligarki, maka rakyat hanya akan menjadi alat bisnis mereka. Sistem ini disebut totaliarisme atau otoriter model baru. Sistem ini tidak lain adalah penjajahan manusia atas manusia. Sehingga sudah saatnya rakyat harus diberi pendidikan politik yang benar, terangnya.


"Politisi itu adalah bukan hanya tentang seberapa bisa kita menguasai strategi politik untuk menang dalam sebuah pesta politik. Politisi adalah tentang etika dan moral perjuangan kita yang benar-benar tulus untuk kepentingan rakyat. Ketika kita tulus, maka kendaraan juga harus yang benar juga. Jangan sampai politisinya baik tetapi kendaraan rusak tentu politisi juga ikut rusak, jelasnya lagi.

(ST).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot