Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, DPD GMNI NTT dengan Senator NTT

 

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Anggota DPD- RI Ir. Abraham Paul Liyanto  menggelar dialog  bersama   mahasiswa Gerekan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang di Kupang dengan tema  “Sosialisasi Empat Pilar MPR- RI Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika". Pancasila 18 Agustus 1945 Final dan tidak boleh diganggu gugat. 


Dialog publik empat pilar kebangsaan berlangsung di Aula lantai 4 Universitas Citra Bangsa Kupang yang dihadiri oleh 75 orang aktivis GMNI Kupang  pada Rabu, 21 Januari 2026.

Ir. Abraham  Paul Liyanto dalam materinya mengatakan bahwa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI memiliki peran yang cukup strategis  baik dalam mengusulkan, membahas, memberikan pertimbangan sesuai bidang legislasi tertentu serta  memiliki hak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang termasuk urusan  mahasiswa  yang merupakan  salah satu penggerak  menuju sebuah perubahan  sosial yang impikan  semua kalangan.

“Saya dalam menjalankan tugas sebagai Anggota DPD tentu selalu mendengar dan menyampaikan kepada kementerian atau lembaga terkait apa yang dikeluhkan masyarakat  termasuk persoalan ekonomi mahasiswa, pendidikan dan kesehatan,”.

Selain itu, mahasiswa juga  memiliki peran strategis  dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melakukan inovasi-inovasi baru  dengan memanfaatkan potensi yang ada  guna mendukung kebutuhan  ekonomi keluarga serta dituntut harus mampu melakukan analisis-analisis sosial  sebagai petunjuk menuju  perubahan   berbasis ekonomi,    rakyat yang produktif dan mandiri, tegas Paul Liyanto.

Lanjutnya, aktivis wajib menyebarkan informasi terkait empat pilar kebangsaan supaya mahasiswa yang lain tidak boleh gagal paham tentang wawasan kebangsaan, katanya.

Anggota DPD-RI  juga berharap generasi sekarang harus menjadi garda terdepan terutama  benar-benar melakukan  kontrol sosial terhadap rencana dan program-program kerja  pemerintah baik di pusat maupun daerah agar memberikan manfaat   yang positif  bagi   pemenuhan kebutuhan  sandang, pangan dan papan bahkan aspek pembangunan lainnya  yang saling berkesinambungan untuk kepentingan publik, jelasnya.

Dalam penyampaian Paul Liyanto menjelaskan bahwa kualitas setiap kampus itu perlu diperhatikan dan dikontrol dengan baik agar menciptakan sarjana-sarjana yang kompeten di bidangnya dan mampu berinovasi.  Karena pembangunan setiap Bangsa ditentukan dari inovasi pemuda.(*).





0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot