PEMDA TTS Komitmen Dukung PEMPUS Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Hingga Daerah

Berita-Cendana.Com - TTS, - Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, yang akrab disapa Buce Lioe, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten TTS dalam mendukung ambisi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewujudkan swasembada pangan nasional hingga ke daerah.

Demikian disampaikan oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe kepada wartawan di Kota Soe pada Kamis, 8 Januari 2026.

Menanggapi berbagai kritik terkait pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Kecamatan Amanuban Selatan, Buce Lioe menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, melainkan tengah menjalankan langkah-langkah strategis dan terukur sesuai penugasan dari Pemerintah Pusat.

“Kecamatan Amanuban Selatan kami tetapkan sebagai kawasan pangan strategis. Daerah Irigasi Bena dan Linamnutu disiapkan menjadi lumbung pangan penting bagi Kabupaten TTS, Provinsi NTT, bahkan untuk mendukung lumbung pangan nasional,” ujar Buce Lioe. 

Ia menjelaskan, Pemkab TTS sangat serius meningkatkan kapasitas kedua daerah irigasi tersebut melalui perluasan lahan dan peningkatan produksi pangan. Salah satu langkah konkret yang sedang berjalan adalah kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bupati Buce merinci, khusus di Kecamatan Amanuban Selatan, Oplah dilaksanakan di empat wilayah irigasi, yakni Linamnutu seluas 401 hektare, Bena 827 hektare, Pollo 303 hektare, dan Batnun 119 hektare. Secara keseluruhan, program Oplah di Kabupaten TTS mencakup luasan 2.049 hektare yang tersebar di sejumlah daerah irigasi.

Menurutnya, mekanisme pelaksanaan Oplah telah diatur dengan jelas. Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sementara kelompok tani menjadi pelaksana langsung di lapangan di bawah pengawasan konsultan.

“Tugas kami di daerah adalah mengusulkan kelompok tani melalui CPCL. Total ada 51 kelompok tani dengan luasan 2.049 hektare. Pekerjaan Oplah dimulai akhir 2025 dan akan dilanjutkan pada Musim Tanam II tahun 2026 agar tidak mengganggu aktivitas pengolahan sawah,” jelasnya.

Menjawab isu proyek mangkrak, Bupati menegaskan bahwa progres fisik Oplah saat ini rata-rata telah mencapai 85 persen. Material yang berada di lahan sawah, kata dia, telah didistribusikan sesuai kebutuhan kelompok penerima dan dikoordinasikan agar tidak menghambat musim tanam.

“Dinas TPHP Kabupaten TTS bertugas memonitor seluruh kegiatan fisik Oplah. Seratus persen pekerjaan dilaksanakan oleh kelompok tani dengan pengawasan konsultan. Kami pastikan pelaksanaannya berjalan dan tidak merugikan petani,” tegas Bupati.

Selain itu, Pemkab TTS juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar distribusi sarana produksi pertanian serta pengangkutan hasil panen.

Melalui  langkah-langkah tersebut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten TTS tetap sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur NTT dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan, sekaligus memastikan petani di TTS menjadi subjek utama pembangunan pertanian.(*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot