Infrastruktur Jalan Sangat Vital, Tapi PEMDA TTS Biasa Saja

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Infrastruktur jalan berfungsi sebagai prasarana transportasi darat yang sangat vital bagi kemajuan suatu negara. Ketua Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan nilai biasa saja.

Demikian disampaikan oleh Ketua IMAN Kupang Deki Selan di bilangan Kota Kupang pada Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut Undang-Undang RI No. 38 Tahun 2004, jalan memiliki peran strategis dalam mendukung bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, serta pertahanan dan keamanan. Infrastruktur jalan sebagai urat nadi perekonomian,  menjadi tulang punggung, distribusi barang dan jasa yang secara langsung menekan biaya logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Penyambung Konektivitas: Menghubungkan berbagai wilayah, dari pusat kota hingga daerah terpencil, sehingga dapat membuka isolasi wilayah dan mempermudah aksesibilitas masyarakat.

Akses Layanan Dasar: Menjadi jalur utama bagi masyarakat untuk menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat pelayanan publik lainnya.

Alat Pemersatu Bangsa: Memperkuat integrasi nasional dengan mempermudah mobilitas penduduk dan pertukaran informasi antar budaya di seluruh Indonesia.

Daya Saing Daerah: Meningkatkan daya tarik investasi di suatu kawasan karena tersedianya jaringan transportasi yang memadai untuk kegiatan produksi. 

Ket. Video: Video Tim Wartawan Jelajahi Jalan di Baus & Meusin

Deki mendesak Pemerintah Kabupaten TTS untuk segera mengambil langkah konkret memperbaiki akses jalan menuju kedua desa di Kecamatan Boking yakni Desa Meusin dan Desa Baus. Jalan tersebut itu juga diketahui adalah jalan status Kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Noebana dan Santian. Ia menilai kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut sangat menghambat aktivitas masyarakat hingga terisolasi.

Menurut Deki, masyarakat terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk menjual hasil alam yang mereka miliki. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, terutama di tengah gencarnya ajakan pemerintah daerah agar masyarakat meningkatkan perputaran ekonomi.

“Sangat disayangkan jika masyarakat harus menempuh jarak berkilo-kilo meter dengan berjalan kaki untuk menjual hasil mereka. Di satu sisi pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi dalam setiap pidato, tetapi infrastruktur jalan sebagai penunjang utama justru diabaikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti inkonsistensi antara komitmen yang disampaikan Bupati dan Wakil Bupati TTS dalam berbagai kesempatan dengan realitas di lapangan. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan infrastruktur dasar yang memadai.

Deki berharap pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada retorika, melainkan segera merealisasikan perbaikan jalan sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat.

“Saya sangat berharap pemerintah jangan hanya mendukung lewat pidato. Harus ada langkah konkret untuk menjawab keluhan masyarakat dan memastikan akses jalan yang layak bagi warga,” tutupnya.(*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot