Kunjungan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT di SMA Negeri Meusin

Berita-Cendana.Com- Boking,- Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Winston Rondo, melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Meusin untuk melihat langsung kondisi dan keadaan sekolah yang baru dirintis oleh masyarakat setempat, di Desa Meusin Kecamatan Boking Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT, pada Jumat 13 Februari 2026.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh panitia pendiri sekolah, Guru-guru orang tua siswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pemuda. Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang, Bapak Winston Rondo bersama tim dikalungkan selendang adat khas daerah setempat, menandakan penghargaan dan harapan besar masyarakat terhadap kunjungan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Meusin sekaligus Ketua Panitia pendiri SMA Negeri Meusin menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Winston Rondo bersama tim yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat, khususnya dunia pendidikan di Meusin.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT bukanlah suatu kebetulan, melainkan petunjuk Tuhan demi masa depan anak-anak di Meusin.

Kepala desa menjelaskan bahwa tekad mendirikan SMA Negeri Meusin dilatarbelakangi oleh jarak tempuh yang cukup jauh bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, yakni sekitar 8–9 kilometer. Bahkan selama ini banyak orang tua yang terpaksa menyekolahkan anak-anak mereka ke Kota Soe maupun Kupang. Hal tersebut bukan sekadar persoalan jarak, tetapi juga menyangkut biaya, keselamatan, serta risiko putus sekolah, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Lebih lanjut, Kepala Desa menyampaikan bahwa sekolah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait percepatan izin operasional serta kebutuhan pendampingan administrasi. Meski jumlah guru dan siswa sudah mencukupi, dukungan dari pemerintah tetap sangat dibutuhkan agar proses dan tahapan perizinan dapat berjalan dengan baik.

Ia juga berharap relasi dan kerja sama ini terus berlanjut demi kemajuan pendidikan di Meusin.

Pada kesempatan yang sama Pesan dan komitmen Wakil ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Bapak Wiston Rondo Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, melainkan sebagai saksi atas keberanian masyarakat Meusin.

“Hari ini saya berdiri di sini bersama para guru dan siswa, bukan sekadar sebagai Wakil Ketua Komisi V, tetapi sebagai saksi dari sebuah keberanian. Keberanian masyarakat Meusin untuk berkata bahwa anak-anak kami tidak boleh berhenti bermimpi hanya karena jarak yang jauh,".

Ia menegaskan bahwa selama ini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, anak-anak harus pergi ke Soe bahkan ke Kupang. Hal tersebut bukan hanya soal kilometer, tetapi soal biaya, keselamatan, dan kemungkinan putus sekolah.

Menurutnya, keputusan masyarakat membangun SMA sendiri di Meusin adalah langkah besar dan penuh makna. Meskipun saat ini proses belajar mengajar masih menumpang di gedung SD, ia menekankan bahwa sejarah besar selalu dimulai dari langkah kecil.

“Dari sebidang tanah sederhana di bawah pohon asam ini, dari kelas yang kita bangun bersama, bisa lahir guru, pendeta, perawat, anggota DPRD, bahkan pemimpin di TTS di masa depan. Kita harus mengimani itu,". 

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh masyarakat. Menurutnya, pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi gerakan kolektif dan bentuk nyata gotong royong masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT yang bermitra dengan Dinas Pendidikan, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pendampingan administratif, percepatan izin operasional, serta memperjuangkan sarana dan prasarana serta kebutuhan guru.

“Pemerintah hanya bisa memperkuat apa yang lebih dulu diperjuangkan masyarakat. Kalau masyarakat diam, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu, saya jamin proses ini akan saya kawal,". 

Selain itu juga Ia memberikan pesan Kepada para guru, bahwa penghargaan atas ketulusan dan pengorbanan dalam mengajar dengan fasilitas yang masih terbatas. Ia meyakini bahwa perjuangan yang lahir dari ketulusan akan menghasilkan makna yang melampaui segala keterbatasan.

Sementara kepada para siswa, ia berpesan agar tidak pernah merasa kecil karena sekolah yang masih sederhana.

“Justru dari kesederhanaan ini karakter sedang dibentuk. Disiplin dan rasa syukur akan menjadi kekuatan kalian. Sekarang tidak ada lagi alasan untuk menyerah. Tugas kalian hanya satu: belajar, belajar, dan belajar dengan sungguh-sungguh, untuk membuktikan bahwa keputusan masyarakat membangun SMA ini adalah keputusan yang benar.”

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi SMA Negeri Meusin dan seluruh masyarakat, sebagai tanda bahwa perjuangan pendidikan di pelosok tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat perhatian dan dukungan demi masa depan generasi Meusin yang lebih baik. (BCC/Jho Kase).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot