Berita-Cendana.Com- Mollo Utara,- Bagi kamu yang suka traveling, wisata alam mungkin menjadi salah satu destinasi favorit kamu ketika sedang berlibur. Salah satu tujuannya adalah agar bisa menikmati keindahan alam yang masih asri dan segar, yang jarang sekali dirasakan ketika tinggal di kota-kota besar maupun kota-kota kecil. Salah satu tujuan liburan adalah Cagar Alam Mutis, sebelum tiba disana terdapat satu tempat persinggahan yakni Bukit TOMENAS atau masyarakat lokal biasa disebut pertigaan.
Selain itu, pemandangan alam ini yang indah menjadi spot menarik untuk dapat selfie dan berfoto, lalu dengan bangga di posting di media sosial seperti Instagram, facebook dengan caption yang bijak. Tak jarang juga diantara kita yang membuat vlog sebagai kenang-kenangan jika kita dulu pernah ke tempat yang seindah ini yang mempunyai kesan tersirat. Namun ada pesan di tempat ini “tinggalkan kenangan boleh, asalkan sampah jangan,”.
Mungkin tak banyak yang bisa saya katakan dalam postingan tentang keindahan alam kali ini, karena sejatinya keindahan alam tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Hanya bisa dirasakan, tapi tak bisa diungkapkan. Begitulah yang kita rasakan ketika melihat pemandangan alam yang indah. Namun satu hal yang pasti, ketenangan yang haqiqi membuat perasaan ini enggan memalingkan pandangan darinya, dan seolah-seolah menyatu dengan alam Tomenas.
Tomenas berada Desa Fatukoto. Fatukoto adalah Desa yang mempunyai destinasi Wisata alam yang terkenal bukan main. Bahkan, mungkin disebut Selandia Baru Dari Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur Republik Indonesia.
Pada umumnya orang beranggapan bahwa, destinasi Wisata Di Nusa Tenggara Timur hanyalah Labuan Bajo di Flores, atau pun di Pulau Sumba. Padahal, di Timor Tengah Selatan juga menyimpan beragam destinasi wisata alam yang tak kalah cantik maupun unik dipandang mata maupun terekam Kamera saat berkunjung.
Salah satu tempat tercantik dari beberapa tempat yang lain di Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah Perbukitan Panorama Tomenas Desa Fatukoto, Perbukitan ini berada di Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Deretan perbukitan di tempat ini sangatlah indah. Saat kalian memasuki tempat ini, puluhan sapi seakan menjadi penyambut para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan perbukitan Tomenas di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur ini.
Pada siang hari juga terkadang diliputi oleh kabut/ awan maka tidak perna terasa panas, hanyalah udara segar dan angin siang maupun sore yang menyentu pori-pori para pengunjung pencinta alam.
Pemandangan perbukitan dan rerumputan hijau yang menghampar di depan mata itu sangatlah indah nan mempesona. Sapi-sapi milik warga yang dilepas secara liar banyak merumput diperbukitan ini dari pagi hingga matahari terbenam.
Matahari pagi seringkali muncul di balik barisan perbukitan dan barisan pohon pinus yang berbaris rapi itu. Cahayanya menyapu merah perbukitan yang sekilas mirip savana di Selandia Baru. Setiap pagi, bukit ini menjanjikan kedamaian yang total.
Seiring dengan memerahnya mentari pagi dan angin yang sejuk tertiup menembus badan dirasakan badan, sapi-sapi mulai merumput di sekitar perbukitan ini. Mereka seakan bebas merumput dan berlari kian kemari tanpa terganggu dengan para pengunjung yang sibuk mengambil gambar.
Pemandangan Bukit Tomenas berganti menjadi lautan gundukan rumput hijau dan gumpulan kabut begitu tebal serta hutan pinus biasa disebut orang. Bukit ini semacam sudah menjadi tempat pelintasan Kuda dan sapi milik warga sekitar. Pohon pinus yang tumbuh berbaris rapi juga memberikan keheningan yang nyata.
Dalam kondisi yang cukup cerah, sinar keemasan matahari terbit dan tenggelam akan menyulap Perbukitan Tomenas menjadi perbukitan bersepuh cahaya merah. Seakan Senja dirasakan jangan cepat pergi untuk menitipkan sesuatu hal, namun ia harus pergi namun yang menjadi kenangan hanya jepretan tiap kamera.
Tak hanya tampil prima kala pagi, perbukitan Tomenas ini juga menawan saat sore menjelang senja. Inilah tempat penduduk lokal menghabiskan waktu sore mereka sambil menunggu matahari tenggelam. Anak-anak biasa bermain di sini, berlari-lari, atau sekadar menunggu ternak mereka merumput. Sekilas, pemandangan sore di Bukit Tomenas begitu hidup.
Bila direkam dengan Camera, Bukit ini seperti hamparan savana raksasa. Di antara savana itu, warga lokal menaruh harapan mereka untuk mengembangbiakan ternak di sini. Serta menjaga alam ini tetap asri, namun kalau status pengelolaannya tumpang tindih apa boleh buat masyarakat terhadap alam yang begitu indah namun masyarakat tak memiliki status yang jelas terkait pengelolaan.
Akses ke Kabupaten ini sangatlah mudah. Dari Kota Kupang, kalian hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selanjutnya, untuk bisa sampai ke perbukitan Tomenas ini kalian membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat dari Kota Kabupaten TTS.
Adapun waktu terbaik menyambangi Bukit Tomenas Desa Fatukoto adalah saat musim hujan maupun kemarau. Saat musim hujan, rumput hijau akan menciptakan nuansa yang sangat romantis. Dan jika musim panas tiba rerumputan di perbukitan ini seakan berubah menjadi warna kuning keemasan yang membuat suasananya bukan saja romantis, tapi juga dramatis.
Adakah pekerjaan lain di dunia ini yang lebih indah daripada itu? Membantu para Wisatawan yang datang melepas kejenuhan dari rutinitas mereka sehari-hari.
Turut tersenyum ketika aura kebahagiaan terpancar dari wajah mereka saat menikmati panorama Rinjani yang tak ubahnya secuil debris surga di muka bumi.
Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan Kecamatan Mollo Barat Bukit Tomenas Menjanjikan Kepuasan. Menikmati udara segar dan melepas segala Kelelahan, Mollo Ibu Kandung yang Menyusui Pulau Timor, Manjakan Mata di Hutan Pinus Sengatan Dingin Mendalam.
Selain itu, Ketua Gapoktan Tolan Fanu Tomenas saat media ini berjumpa ia menjelaskan bahwa Tomenas yang disebut tempat persinggahan juga menawarkan 5 spot yang tak kalah saing, seperti:
1.Bukit panorama Tomenas
2.Hutan pinus/hutan kasuari
3.Panorama Bukit Bikium
4.Rumah Segitiga
5.Leter S.
Wisata alam desa Fatukoto Mollo Barat yang biasa disebut tempat persinggahan para pengunjung ke Cagar Alam Mutis, dan Wisata Alam Fatumnasi.
Sebelum tiba di Mutis Timau juga terdapat 5 spot wisata yang tak kalah penting keindahannya.
Tomenas juga tidak kalah dengan Cagar Alam Gunung Mutis karena memiliki iklim yang sama yakni sengatan dingin menghembus pori-pori saat berkunjung ke sana, jadi saat berkunjung harus menggunakan jaket yang tebal, jelas Tera Saeleo, Ketua Gapoktan Tolan Fanu- Tomenas.(***)


Posting Komentar