Meninggalnya Mahasiswi di Kos-kosan, Tinggalkan Percikan Darah Segar di Jendela

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Dugaan tindak kekerasan terhadap mahasiswi UPG 1945 di Kota Kupang hingga meninggal dunia di kos-kosan di wilayah Kelapa Lima  mulai menunjukan dugaan tindak kekerasan fisik dan seksual. Pintu terkunci rapat dan jendela terkunci juga namun jendela  tidak terkunci dengan aman seperti kunci jendela pada umumnya. Percikan darah segar masih menempel di jendela kamar kos korban.

Demikian informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber yang menunjukan kejanggalan seperti percikan darah segar pada jendela kamar kos korban. Diduga kuat orang dekat yang melakukan tindak kekerasan fisik maupun tindakan kekerasan seksual terhadap korban.

Menurut sumber yang cukup dipercaya bahwa jendela memang tertutup namun tidak terkunci dengan aman sehingga diduga pelaku melakukan kekerasan seksual dan fisik dalam kamar kos dalam keadaan kamar tertutup, kemudian pelaku keluar dari jendela sehingga sisa darah segar menempel di jendela.

Bukan itu saja tetapi ada percikan darah pada paha korban, bahkan  alat vital membengkak sehingga diduga kuat ada  kekerasan seksual terhadap korban dengan secara paksa sehingga alat vital korban membengkak.

Selain itu, dugaan kekerasan fisik terhadap korban karena pipi kiri dan pipi kanan juga menunjukan tanda-tanda benturan keras, atau mengenai benda tumpul hingga biru balau. Kepala korban  juga mengenai benturan keras.

Bukan itu saja, tapi leher korban juga memar, diduga dicekik oleh pelaku sehingga membekas pada leher. Menurut sumber lain juga membenarkan kalau korban meninggal di Kamar Kos sekitar dini hari Sabtu 9 Mei 2026. Karena ditemukan pada Sabtu Sore pukul 17.00 sudah tak bernyawa lagi.

Saat ditemukan korban, posisi tidur tertelungkup dan memegang pada perut seperti terasa jeritan kesakitan. Padahal keluarga menjelaskan bahwa korban tidak pernah ada riwayat sakit serius, palingan sakit gigi yang dikeluhkan sejak Rabu, 6 Mei 2026. 

Diketahui pada Jumat malam korban masih berkomunikasi dengan orang tua dan Kakak kandungnya melalui telepon WhatsApp dan mengeluh gigi sakit. Bahkan teman kuliahnya juga mengakui kalau Jumat juga masih mengikuti kuliah hingga pukul 13.00.

Dugaan pelaku kekerasan  itu orang dekat dan sudah tahu keadaan kos-kosan bahkan mengetahui waktu keluar masuk korban. Karena jalan masuk kos-kosan tersebut juga tidak bisa dilalui oleh orang lain selain anak kos, karena jarak dari jalan umum, masuk ke kos juga lorong khusus saja bagi anak kos.

Selain itu ada CCTV di tangga lantai satu, sedangkan kamar korban berada di lantai dua kamar kedua dari kamar terakhir. Sehingga kalau pelaku dari luar kos-kosan tentunya terekam CCTV, dan diketahui oleh pemilik kos karena rumah dan kios pemilik kos berada di posisi paling depan dan jika masuk ke kos-kosan harus melalui samping rumah dan kios pemilik kos itu. 

Diketahui juga kos-kosan tersebut ada pagar pembatasan tiap dua kamar ada pagar sehingga tidak mungkin dilakukan oleh orang yang belum menguasai keadaan kos-kosan itu. (*).




0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot