Berita-Cendana.Com – Soe, – Wakil Ketua Fraksi Partai Hanura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Dominggus Beukliu, secara tegas menyoroti kinerja Polres Kupang Kota terkait penanganan kasus kematian misterius Yerdi Efrosina Beukliu. Ia meminta aparat kepolisian untuk kembali mendalami keterangan 11 orang saksi yang sebelumnya sudah diperiksa, demi menemukan kebenaran yang sesungguhnya.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD TTS Dominggus kepada awak media di Kota Soe, Selasa. 2 Juni 2026. Sebagai kerabat dekat keluarga almarhumah, Dominggus mengaku mengenal sosok Yerdi dengan sangat baik. Ia menggambarkan gadis kelahiran TTS itu sebagai pribadi yang pendiam, berkelakuan baik, taat, dan selalu menyapa siapa saja dengan senyum ramah.
“Saya kenal Yerdi sangat dekat, dia bukan orang asing bagi saya. Yerdi adalah putri dari Bapak Lukas Beukliu dan Mama Nonci Bien. Kami adalah keluarga dekat, saya dan Bapak Lukas bersaudara, jadi Yerdi adalah seperti anak kandung saya sendiri,” ungkap Dominggus dengan nada haru.
Hanya Keluhkan Sakit Gigi, Tiba-tiba Meninggal Dunia
Hal yang paling menjadi tanda tanya besar bagi keluarga dan dirinya adalah fakta kesehatan Yerdi. Dominggus menegaskan, almarhumah sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit kronis atau mematikan. Satu-satunya keluhan yang pernah disampaikan Yerdi hanyalah sakit gigi ringan yang ia rasakan sejak tiga hari sebelum meninggal.
Bahkan sehari sebelum ditemukan tewas, tepatnya pada Jumat malam hingga dini hari, Yerdi masih sempat melakukan panggilan video yang cukup lama dengan ibundanya, Mama Nonci Bien. Dalam percakapan itu, Yerdi berbicara dengan lancar, pikirannya jernih, dan terlihat sehat walafiat, hanya saja sedikit mengeluh rasa sakit pada giginya.
“Bagaimana mungkin sakit gigi bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia secara mendadak dan mengenaskan? Ini yang menjadi pertanyaan serius kami sekeluarga. Kami tidak bisa menerima begitu saja jika penyebab kematian dianggap wajar, apalagi ditemukan banyak kejanggalan di lokasi,” tegas Dominggus.
Ditemukan dalam Keadaan Mencurigakan
Sebagaimana diketahui, Yerdi ditemukan tak bernyawa pada Sabtu, 9 Mei 2026 di kamar kosnya di wilayah Kelapa Lima, Kota Kupang. Kondisi jenazah dan keadaan ruangan menyimpan banyak tanda tanya, mulai dari bekas kekerasan fisik di tubuh, percikan darah di jendela, hingga dugaan tindakan kekerasan seksual yang sangat kuat.
Menyikapi sikap kepolisian yang dinilai berhati-hati dan belum banyak membeberkan informasi ke publik, Dominggus menghargai kehati-hatian tersebut agar tidak terjadi kesalahan informasi. Namun, ia berharap kehati-hatian itu tidak membuat proses penyelidikan berjalan lambat atau berlarut-larut tanpa hasil.
“Kami sangat percaya kepada pihak kepolisian. Kami yakin Polres Kupang Kota sudah memegang berbagai bukti dan petunjuk di lapangan. Kami hanya berharap hasil akhirnya bisa memuaskan keluarga dan masyarakat, dimana kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan,” ujar politisi Hanura ini.
Ajak Masyarakat Berikan Dukungan dan Informasi
Menutup pernyataannya, Dominggus Beukliu mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Kupang dan mereka yang mengenal almarhumah, untuk tidak tinggal diam. Ia meminta publik tetap memberikan dukungan moral kepada keluarga, sekaligus berperan aktif memberikan informasi atau bukti tambahan apa pun yang diketahui kepada aparat penegak hukum.
“Mari kita dukung aparat, berikan informasi yang kita miliki jika ada. Kami berharap polisi bekerja lebih bijak, lebih teliti, dan lebih cepat menentukan arah kasus ini. Misteri kematian Yerdi harus segera terjawab, agar arwahnya tenang dan keluarga tidak terus-menerus menanggung beban duka dan pertanyaan yang tak berujung,” pungkas Dominggus Beukliu.(*).

Posting Komentar