Intensitas Hujan Tinggi, Dua Desa di Santian Longsor Putuskan Akses Utama

  

Berita-Cendana.com-Santian – Hujan dengan intensitas tinggi yang turun terus-menerus selama beberapa pekan terakhir memicu peristiwa longsor di wilayah Desa Santian dan Desa Nenotes, Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Bencana ini memutus akses jalan utama sehingga membuat RT Nakono di Desa Santian dan RT Tuatois di Desa Nenotes terisolasi total. Pantauan wartawan secara langsung pada  Senin (29/6/2026).

Warga setempat melaporkan bahwa longsor tidak hanya merusak badan jalan, tetapi juga menimbun sebagian lahan pertanian dan mengancam permukiman. Kondisi ini melumpuhkan hampir seluruh aktivitas harian warga.

“Curah hujan tinggi terus-menerus menggerus jalan hingga putus di beberapa titik. Akses keluar masuk kampung sudah tidak bisa dilalui sama sekali. Kami benar-benar terputus dari dunia luar,” ungkap Daniel Kamlasi, Ketua RT Nakono.

Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, satu unit rumah milik warga bernama Apris Tano ikut terseret dan tertimbun material longsor beserta seluruh isinya. Upaya penyelamatan barang-barang milik warga sempat dilakukan, namun harus dihentikan karena longsor susulan yang mengancam keselamatan. Apris beserta keluarganya pun terpaksa mengungsi sementara ke lahan miliknya sendiri di wilayah Desa Santian.

Kerusakan juga meluas ke sektor pertanian, Sumber mata pencaharian utama warga. Yonas Ninef, salah satu pemilik kebun, menyatakan lahannya tertimbun tanah dan bebatuan longsor.

“Tanaman kemiri, asam, pinang, jati, kelapa, hingga pisang dan ubi semuanya tertimbun. Bukan hanya saya, puluhan warga lain juga mengalami hal yang sama. Ini pasti berdampak besar pada penghidupan kami ke depannya,” jelasnya.

Saat ini, distribusi kebutuhan pokok terhambat, hasil panen tidak dapat dibawa ke pasar, dan pelayanan dasar terganggu. Warga pun meminta perhatian segera dari pemerintah daerah.

Daniel Kamlasi berharap Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta penanganan darurat.

“Kami butuh bantuan untuk membuka kembali akses jalan. Ini satu-satunya jalur hidup kami. Semakin cepat diperbaiki, semakin cepat pula kehidupan ekonomi dan sosial kami bisa pulih kembali,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi hujan masih berlangsung sesekali dan pemantauan di lapangan terus dilakukan oleh warga secara swadaya sambil menunggu bantuan resmi tiba.(*).

 

0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot