Berita-Cendana.Com- Kupang,- Menghadapi musim kemarau yang berpotensi menurunkan ketersediaan air bersih, PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang terus melakukan evaluasi menyeluruh serta menyiapkan strategi agar kebutuhan air pelanggan tetap terlayani dengan baik.
Demikian disampaikan secara langsung oleh Direktur PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Jony Benny Sulaiman, S.Sos., M.Si., di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
“Memasuki musim kemarau, penurunan debit air adalah kondisi yang umum terjadi di mana saja, termasuk di wilayah layanan kami. Oleh karena itu, kami terus melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh sumber air dan sistem distribusi yang ada,” ungkapannya.
Berdasarkan hasil evaluasi, PDAM mengelola beragam sumber air baku, meliputi Mata Air Baumata, Tilong, Manulai, serta 18 unit sumur bor yang tersebar di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya. Meski pasokan saat ini masih terjaga, penurunan debit secara bertahap mulai diperhitungkan, terutama menjelang puncak kemarau.
Salah satu kendala utama yang ditemukan adalah kondisi jaringan pipa yang sudah berusia 30 hingga 40 tahun. Usia yang tua membuat pipa sering tersumbat akar pohon atau mengalami kebocoran yang tersembunyi di dalam tanah hingga kedalaman 1 meter.
“Kami temukan banyak hambatan aliran air disebabkan akar pohon yang masuk ke dalam pipa. Jika dibiarkan, aliran air akan terhambat dan tidak menjangkau wilayah pelanggan. Tim kami terus membongkar dan membersihkan saluran, serta memperbaiki titik-titik kebocoran yang terdeteksi,” jelas Jony.
Ia menambahkan, pada tahun lalu perbaikan besar dilakukan pada jaringan di wilayah Nasi Panaf 1 dan Nasi Panaf 2, bahkan sempat meminta bantuan TNI Angkatan Udara untuk menghubungkan kembali aliran agar dapat menjangkau kawasan Perumahan Walikota.
Untuk mengantisipasi penurunan pasokan yang diperkirakan mulai terasa pertengahan Agustus hingga Desember mendatang, PDAM menerapkan sistem pelayanan bergilir. Jika biasanya pelayanan dilakukan 2–3 kali seminggu, pada masa kritis akan disesuaikan menjadi 1–2 kali seminggu agar pasokan dapat dialihkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
“Keluhan biasanya mulai banyak muncul pada bulan Oktober hingga awal Desember. Kami sudah antisipasi sejak dini. Sumber air Baumata dan Bonen dioptimalkan untuk melayani wilayah BTN, sedangkan sumber Oepura yang sebelumnya hanya melayani warga sekitar, kini dibagi porsinya untuk daerah yang kesulitan,” terangnya.
Sampai awal Juli ini, pasokan air di wilayah seperti Perumnas Kelapa Lima, Lingkungan Walikota, dan Nunbaun Della, Nunbaun Sabu masih dalam kondisi stabil. Namun, pihaknya tetap waspada seiring perjalanan musim kemarau.
Lanjut Dirut, kedepan, PDAM juga merencanakan perluasan jangkauan pelayanan dengan memanfaatkan potensi sumber air baru. Di antaranya Mata Air Tilong untuk wilayah Kupang Tengah dan Kupang Timur, serta sumber air Raknamo, Camplong, dan Oesusu yang berkapasitas besar dan mampu melayani lebih dari 510 kepala keluarga di Takari.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada kawasan Hansisi yang menjadi lokasi wisata Patung Yesus Kristus. “Kami pastikan pasokan air cukup untuk mendukung kegiatan wisata dan kebutuhan warga di sana, karena tanpa air yang cukup, potensi pariwisata tidak akan berjalan maksimal,” pungkas Direktur.
Direktur PDAM Tirta Lontar menegaskan tetap berkomitmen melayani pelanggan lama sekaligus mengembangkan layanan baru, seiring dengan pertumbuhan wilayah Kota Kupang.(**).

Posting Komentar