Berita-Cendana.Com – TTS, – Nasib pilu dialami Anan Kase, seorang janda warga Desa Baus, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ia mengeluhkan oknum perangkat desanya, Yunus Tefa, yang diduga mengambil uang sebesar Rp2.350.000 untuk biaya pemasangan meteran listrik sejak Agustus 2025, namun hingga Agustus 2026 metran tak kunjung terpasang.
Keluhan ini disampaikan langsung Anan Kase kepada wartawan di wilayah Desa Baus, Jumat (7/8/2026).
Menurut Anan, Yunus Tefa datang ke rumahnya dan mengaku memiliki kenalan di lingkungan PLN Kota Soe sehingga proses pemasangan bisa dipercepat. Saat itu ia diminta menyerahkan uang sebesar Rp2.350.000 dengan janji meteran akan terpasang dalam waktu dua minggu. Bahkan, Anan pun menyuguhkan jamuan berupa ayam bakar untuk tamu tersebut.
"Saya sudah serahkan uang itu kepada dia. Dia bilang hanya butuh waktu dua minggu saja selesai. Tapi bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, sampai sekarang belum juga terpasang," keluhnya dengan nada sedih.
Bukan hanya itu, setelah kabel instalasi terpasang, oknum itu justru meminta Anan pindah rumah terlebih dahulu jika ingin meteran dipasang. Kini, saat ia menagih kejelasan, Yunus Tefa justru berusaha menghindar.
"Saya ini janda, hidup pas-pasan. Kenapa uang saya diambil tapi tidak dikerjakan? Kalau dia tidak mau bertanggung jawab, terpaksa saya akan lapor ke polisi. Saya tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi," tegas Anan Kase.
Saat dikonfirmasi melalui telepon pada Sabtu (8/8/2026), Yunus Tefa membantah mengambil uang tersebut. Ia mengaku hanya bertindak sebagai perantara.
"Saya tidak ambil uangnya, saya hanya mengantar saja. Meterannya sebenarnya sudah ada, petugas pernah datang mau pasang tapi ibu itu tidak ada di rumah, jadi meteran dibawa kembali ke kantor ULP PLN Soe. Suruh saja dia cek sendiri ke sana," ujar Yunus singkat.
Ketika wartawan kembali menanyakan siapa nama petugas yang menerima uang tersebut serta alasan pemasangan mensyaratkan pemindahan rumah padahal seharusnya sudah ada survei lokasi sebelumnya, sambungan telepon tiba-tiba terputus. Hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi kembali belum berhasil.
Warga berharap pihak berwenang, baik pemerintah desa maupun kepolisian, segera menelusuri permasalahan ini agar hak warga terpenuhi dan tidak ada pihak yang dirugikan. (*)

Posting Komentar