Berita-Cendana.Com- KUPANG,- Kemeriahan Festival Budaya Kelurahan Oesapa dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima justru tampil bersih dan tertata rapi. Pantauan wartawan pada Rabu, 19 Agustus 2026 sejak pukul 17.00 WITA, kawasan pantai maupun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di lokasi tersebut bebas dari tumpukan sampah, menjadi bukti nyata tumbuhnya budaya kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
Warga Oesapa: Kebersihan Adalah Tanggung Jawab Bersama. Kondisi bersih tersebut disambut baik oleh warga sekitar. Yohanes Bere, salah seorang warga Oesapa yang hadir di lokasi, menyampaikan rasa bangganya.
"Kami warga Oesapa sadar betul bahwa pantai ini bukan milik perorangan, tapi milik kita semua. Jika kita merayakan budaya namun membiarkan lingkungan kotor, berarti kita belum mencintai tempat kita sendiri. Kebersihan ini bukan tugas petugas kebersihan saja, tapi tugas kita semua yang datang berkunjung," ujar Yohanes.
Senada dengan itu, warga lain, Maria Da Cunha, menambahkan bahwa kebersihan yang terjaga saat festival budaya menjadi bukti kesadaran warga mulai tumbuh. "Kita tidak harus memilih antara merayakan budaya atau menjaga kebersihan. Keduanya bisa berjalan beriringan. Pantai yang bersih membuat budaya kita juga terlihat lebih indah dan dihormati," katanya.
Selaras Visi Misi Walikota Kupang: Membangun Kota Berbasis Lingkungan dan Budaya
Kondisi ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menetapkan visi "Kota Kupang Menjadi Rumah Bersama yang Modern, Bersih, Aman, Berbudaya, Tangguh, dan Sejahtera".
Dalam misi keduanya, dr. Christian Widodo menegaskan komitmen untuk "Membangun Kota berbasis Lingkungan dan Budaya", di mana penanganan sampah dan pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama, berjalan beriringan dengan pelestarian budaya .
"Kebersihan dan keindahan Kota Kupang adalah tanggung jawab bersama, baik warga yang menetap maupun siapa pun yang berada di kota ini. Lingkungan yang indah, asri, dan nyaman untuk ditinggali generasi sekarang maupun mendatang, sangat bergantung pada kesadaran kita untuk menjaganya," tegas dr. Christian Widodo.
Pemerintah Kota Kupang juga telah meluncurkan berbagai program pengelolaan sampah terpadu, mulai dari penyediaan kontainer, sistem pengangkutan berbasis wilayah, hingga Lomba Kebersihan Antar Kelurahan berhadiah ratusan juta rupiah, bekerja sama dengan komunitas warga. Semua ini untuk mewujudkan Kupang sebagai kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga berbudaya dan berkelanjutan.
Festival Budaya Oesapa: Merawat Tradisi Tanpa Melupakan Lingkungan
Festival Budaya Kelurahan Oesapa ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kelurahan Oesapa, Dinas Pariwisata Kota Kupang, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang. Mengusung tema "Merawat Tradisi, Budaya dan Keberanian", festival ini menampilkan Lomba Tarian Bonet Kreasi yang berlangsung mulai 19 hingga 21 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan budaya dan pelestarian lingkungan bukan hal yang bertentangan. Justru, menjaga kebersihan saat berkreasi dan merayakan budaya adalah wujud keberanian dan tanggung jawab. Selaras dengan tema yang diusung festival itu sendiri.
"Jangan sampai ada warga yang menghadapi bencana lingkungan sendirian. Kebersihan bukan janji sesaat, tapi budaya yang harus diturunkan ke generasi berikutnya," pesan salah satu panitia pelaksana.(*).

Posting Komentar